Surya/

Bocah Hilang di Kediri Akhirnya Ditemukan Setelah Infonya Tersebar di Medsos

Kekuatan Media Sosial yang positif. Setelah sempat dikabarkan lewat media sosial, bocah 8 tahun yang dilaporkan hilang di Kediri, akhirnya ditemukan

Bocah Hilang di Kediri Akhirnya Ditemukan Setelah Infonya Tersebar di Medsos
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Petugas Satpol PP bersalaman dengan Zidan (bocah berkaus merah) setelah mengantarkan bocah tersebut ke rumah orangtuanya. Zidan sempat dilaporkan hilang oleh orangtuanya lewat media sosial. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Zidan, bocah 8 tahun yang sempat dilaporkan hilang akhirnya dipertemukan dengan ibunya. Penemuan Zidan bermula dari pengaduan orangtuanya yang mengunggah ke media sosial (medsos), Senin (17/7/2017).

Saat itu Ny Elok warga Perumnas Ngronggo, Kota Kediri mengunggah ke medsos karena anaknya Zidan sejak pagi telah meninggalkan rumah.

Rupanya banyak yang bersimpati dengan kejadian yang menimpa Ny Elok. Sehingga selain diunggah ke jaringan facebook juga dengan cepat menyebar ke jejaring di grup WhatsApp.

Pada unggahan itu, Ny Elok memajang foto Zidan yang memakai kaos lengan panjang warna merah. Kepada para netizen juga berpesan jika menemukan anak laki-laki berumur 8 tahun menghubungi nomer kontaknya.

Bagaikan gayung bersambut, Edi Santoso salah satu warga menemukan Zidan sedang duduk lesehan di warung yang sedang tutup. Namun Edi kesulitan mengorek keterangan karena anaknya tidak bisa diajak berbicara.

Kemudian Edi berinisiatif melaporkan temuannya kepada petugas Satpol PP Kota Kediri. Dalam beberapa menit petugas kemudian meluncur ke lokasi di Simpang Tiga Jetis.

Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri kemudian mengumumkan temuan anak hilang dengan on air ke radio. Kebetulan Ny Elok, ibunda Zidan juga sedang mendengarkan siaran radio.

Sehingga Ny Elok segera meluncur ke lokasi untuk memastikannya. Setelah di lokasi perempuan itu memastikan yang ditemukan petugas Satpol PP adalah Zidan anaknya.

Dari penjelasan Ny Elok, Zidan telah meninggalkan rumahnya sejak pagi. Namun setelah ditunggu hingga menjelang petang tidak kunjung kembali.

Sementara Nur Khamid juga mengaku bersyukur Zidan segera dipertemukan kembali dengan orangtuanya. "Alhammdulilah akhirnya dipertemukan," ujarnya.

Kepada para orangtua juga dihimbau untuk menjaga anak-anaknya supaya tidak keluyuran. "Hati-hati dengan buah hati kita," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help