Surya/

Bak Sekolah Laskar Pelangi, SD Negeri di Mojokerto ini Cuma Punya 7 Murid

Seperti sekolah Laskar Pelangi, SD negeri di Kabupaten Mojoerto ini cuma punya tujuh murid. Tahun ini pun jumlahnya tak bertambah..

Bak Sekolah Laskar Pelangi, SD Negeri di Mojokerto ini Cuma Punya 7 Murid
surabaya.tribunnews.com/Rorry Nurwawati
Suasana kelas di SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang hanya memiliki tujuh murid. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Hari pertama masuk sekolah, ada pemandangan yang berbeda di SD Negeri Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/7/2017).

Bila pada umumnya di hari pertama masuk ajaran baru banyak siswa-siswi ramai diantarkan orangtuanya, hal itu tidak terjadi di sekolah ini.

Ya, sejak empat tahun terakhir sekolah itu tidak mendapatkan peserta didik baru. Seperti sekolah Laskar Pelangi, di sekolah ini hanya tersisa tujuh pelajar yang kini duduk di bangku kelas 5. 

Tujuh siswa itu adalah Muhammad Abi Aufa, Tata Erik Wirayuda, Meilina Nurul Hidayah, Deni Dwi Prasetyo, Muhammad Rico Firmansyah dan Rendi Adit Priyanto.

Bagi anak-anak ini, tak memiliki adik kelas bukan hal yang baru bagi mereka. Sebab sudah beberapa tahun terakhir pihak sekolah tidak mendapatkan peserta didik baru.

Sistem belajar mengajar pun masih tetap dilakukan seperti biasa, meskipun hanya ada satu kelas yang diberikan materi pelajaran.

Seperti les privat, mereka mengaku lebih fokus dan konsentrasi dalam mempelajari setiap mata pelajaran. Kendati demikian, rasa ingin bermain bersama teman yang lebih banyak kerap dirasakan.

"Inginnya punya teman yang lebih banyak, kalau sama mereka sudah bosan," celetuk Tata Erik Wirayuda kepada Surya, Senin (17/7/2017).

Baca: Miris, Siswa Baru Kelas I SD di Kota Madiun Ini Cuma 3 Orang

Sejak pagi, ketujuh pelajar ini banyak memanfaatkan waktu dengan bermain di halaman maupun di depan kelas. Hari ini memang tidak ada materi pelajaran yang diberikan oleh guru kelas. Setelah jam masuk sekolah berbunyi, anak-anak yang memakai seragam merah dan putih ini pun saling bermaaf-maafan dengan guru dan teman lainnya.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help