Surya/

Berita Surabaya

Siagakan Petugas untuk Patroli di Kawasan Rusun Romokalisari, Surabaya

Kami sudah menerima kabar bahwa ternyata di sana juga ada pembuangan limbah seperti kadus dan strerofoam dan membuat warga resah.

Siagakan Petugas untuk Patroli di Kawasan Rusun Romokalisari, Surabaya
surya/fatimatuz zahro
Petugas mengambil sample limbah beracun di lokasi pembuangan dekat rusun Romokalisari. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Keluhan warga penghuni rusunawa Romokalisari diakomodir oleh Pemerintah Kota Surbaya khususnya setelah adanya kejadian pembuangan limba B3 ilegal di sungai belakang tempat tinggal mereka.

Kepala Satpol PP kota Surabaya yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Linmas Irvan Widyanto mengatakan, pihaknya mulai semalam sudah melakukan penjagaan di kawasan rusun.

Hal ini untuk mengantisipasi tindakan yang tiddak diinginkan termasuk kejahatan di lokasi sekitar rusun.

“Kami sudah menerima kabar bahwa ternyata di sana juga ada pembuangan limbah seperti kadus dan strerofoam dan membuat warga resah. Untuk itu mulai semalam kami sudah turun untuk melakukan penjagaan di kawasan rusunawa Romokalisari,” ucap Irvan, Sabtu (15/7/2017).

Ia menyebutkan penjagaan yang dilakukan bukan dengan sistem standby melainkan dengan sistem patroli secara berkali. Hal ini sembari memanfaatkan posko terpadu di wilayah Barat yaitu di kawasan Tandes.

Menurut Irvan dengan adanya pengamanan semacam ini diharapkan warga tidak resah dan merasa aman. Tanpa perlu mengkhawatirkan adanya kejadian serupa hingga menyebabkan sembilan warga harus menginap di rumah sakit.

“Di sana juga sudah ada penerangan jalan umum. Namun kalau malam di sana memang relatif sepi. Sehingga butuh penjagaan ekstra,” uacp Irvan. Jumlah petugas yang berjaga ada ditugaskan antara dua hingga tiga petugas.

Kalaupun di sana lampu PJU belum menyala, disampaikN Irvan itu lantaran ada sebagian tanah yang measih menjadi milik perseorangan. Namun saat ini lampun peneranganan sudah dalam kondisi menyala dan terpasang.

Lebih lanjut, saat dikatakan Irvan wilayah jembatan yang digunakan untuk lokasi pembuangan limbah masih digunakan untuk investigasi oleh kepolisian. Dari Pemkot sudah menurunkan petugas untuk memangkasi mangrove yang rimbun yang ditakutkan akan mengganggu jalannya investgasi oleh kepolisian.

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Penghuni Rusun Romokalisari Heri Supriyanto mengatakan menyambut baik adanya penjagaan dari Pemeirntah Kota Surabaya di lokasi tempatnya tinggal. “Kami sudah mengajukan adanya pengamanan dan patroli juga dari Polsek Benowo, saat kami tahu ada pembuangan limbah kardus dan sterofoam oleh oknum menggunakan truk. Kami tiddak ingin jika hal itu terulang,” ucap Heri.

Dengan adanya kasus pembuangan limbah berbahaya kemarin, ia berharap akses jalan menuju rusun yang memang relatif sepi bisa ada penjagaan. Selain untuk mencegah adanya pembuangan limbah juga mengantisipasi adanya tindakan kejahatan.

“Karena jalannya memang sepi dan rawan kalau malam. Kallau ada petugas keamanan yang jaga tentu kami lebih merasa nyaman,” katanya.

Saat ini penghuni rusun Romokalisari diketahui ada di empat blok. Dimana satu blok dihuni oleh sebanyak 96 KK. Sehingga total penghuni rusun ada sebanyak 396 KK. Kebanyakan dari mereka adalah warga yang tergusur dari bantaran sungai di Surabaya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help