Surya/

Berita Pasuruan

Seperti Ini Cara Ketua PKK Pasuruan Antisipasi Ledakan Jumlah Penduduk

Masalah kependudukan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan, utamanya dalam mengantisipasi ledakan penduduk

Seperti Ini Cara Ketua PKK Pasuruan Antisipasi Ledakan Jumlah Penduduk
surya/galih lintartika
Lulis Irsyad Yusuf 

SURYA.co.id | PASURUAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf mendapat Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana tahun 2017 dari Pemerintah Pusat.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Pusat, Enti Guntarti Tjahjo Kumolo acara Gala Dinner dan Malam Penganugerahan Penghargaan Manggala Karya Kencana, Wira Karya Kencana, Dharma Karya Kencana dan Cipta Karya Kencana tahun 2017, di Pendopo Wahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Propinsi Lampung, Sabtu (15/07/2017) malam.

Penghargaan diterima Lulis atas prestasi yang menonjol dan komitmen serta kepemimpinannya dalam menggerakkan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Kepada SURYA.co.id Lulis mengtakan, masalah kependudukan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan, utamanya dalam mengantisipasi ledakan penduduk yang bisa saja terjadi apabila tidak ada sosialisasi program KB dengan dua anak cukup maupun program pengendalian peningkatan jumlah penduduk setiap waktunya.

“Kami ketahui bersama Indonesia adalah negara yang sangat besar dan memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Sesuai program BKKBN, setiap daerah harus bisa memiliki komitmen untuk mengatasinya, maka kami pun dengan sangat sukarela membantu kegiatan Pak Bupati dalam mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program KB ini,” katanya.

Dari sisi PKK, Lulis menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang fokus pada masalah kependudukan, seperti bakti sosial (baksos) gerak PKK, sosialisasi KB dua anak cukup ke semua kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, pelayanan terpadu bersama Dinas KB PP (Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) dan Dinas Kesehatan, maupun yang lainnya. Kegiatan tersebut terplanning (terencana) secara berkelanjutan.

“Sasaran yang kami dekati tentu saja adalah ibu-ibu, karena kami bisa memberikan penjelasan yang paling penting bukan pada kuantitas jumlah keluarga yang diperbanyak, akan tetapi lebih bagaimana meningkatkan kualitas keluarga yang dibangun. Jangan sampai banyak anak, tapi pendidikannya sampai SD atau SMP saja. Dua anak cukup, tapi sekolahnya tinggi dan bekerja sesuai yang diimpikan keluarga, itu yang namanya keluarga berkualitas,” tegasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help