Surya/

Berita Surabaya

Kasus Pembuangan Limbah Asal Korsel Ditangani Polda Jatim, Ini Alasannya

Penyidikan kasus limbah yang dibuang ke sungai dekat Rusan Romo Kalisari Surabaya, kini ditangani Polda Jatim.

Kasus Pembuangan Limbah Asal Korsel Ditangani Polda Jatim, Ini Alasannya
surya/fatkhul alamy
Truk kontainer pembawa limbah cair yang dibuang di sungai belakang Rusun Romokalisari Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidikan kasus limbah diduga Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) asal Korea Selatan (Korsel) yang dibuang ke sungai dekat Rusan Romo Kalisari Surabaya, kini ditangani Polda Jatim.

Ini seiring Satreskrim Polrestabes Surabaya telah melimpahkan kasus ini ke Polda Jatim, akhir pekan.

"Sudah kami serahkan ke Ditreskrimsus Polda Jatim. Sekarang yang menengani Polda Jatim," sebut Shinto, Minggu (16/7/2017).

Kasus ini dilimpahkan ke penyidik Polda Jatim, kata Shinto, lantaran ada pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini di Jakarta.

Sehingga supaya penanganan dan kordinasi lebih mudah, maka ditangani Polda Jatim.

"Sejak hari Jumat (14/7/2017) saat awal kami menangani, kami sudah kordinasi dengan Ditreskrimsus (Polda Jatim). Semuanya sudah kami limpahkan," terang Shinto.

Selain berkas perkara, tiga tersangka yang sudah ditetapkan Polretabes Surabaya juga sudah dilimpahkan ke Polda Jatim.

Termasuk barang bukti yang sudah disita, seperti empat kontainer mobil Honda Mobili, uang tunai Rp 1,1 juta, dokumen pengangkutan, sempel limbah cair dan pasir yang terkontaminasi limbah B3 dan foto-foto para korban dari warga Rusun Romo Kalisari.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim jugas udah mengambil sampel limbah dan sedang melakukan uji laboratorium. Diharapkan proses uji laboratorum cepat selesai.

"Kami menangani sodal lingkungannya, karena dampak dari limbah ini cukup berbahaya. Kami belum tahu apa limbah apa yang dibuang ke sungai dekat Rusun Romo Kalisari," kata Kepala Bidang Penataan Lingkungan DLH Pemprov Jatim, Uda Hari Pancoro.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni M Faizi alias Faiz(41), asal Bungah, Gresik, Soni Eko Cahyono (38), asal Krembangan, Surabaya dan Hadi Sunaryono (49), asal Kebomas, Gresik.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help