Surya/

Berita Surabaya

Gus Ipul : Perkuat Koperasi yang Masih Lemah, Seperti Ini Caranya

Gus Ipul, begitu ia biasa disapa, menyebutkan, saat ini ada sebanyak 32.000 koperasi di Jawa Timur.

Gus Ipul : Perkuat Koperasi yang Masih Lemah, Seperti Ini Caranya
surya/habibur rohman
Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mencium anak peserta saat melepas peserta fun walk Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jatim di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (16/7/2017) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Koperasi menjadi tonggak penggerak perekonomian di Jawa Timur yang ke depan akan semakin dimaksimalkan untuk bisa didorong dan dikembangkan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat memberangkatkan jalan sehat Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur di halaman parkir Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (16/7/2017).

Gus Ipul, begitu ia biasa disapa, menyebutkan, saat ini ada sebanyak 32.000 koperasi di Jawa Timur. Dengan aset yang ada di dalam koperasi sekitar Rp 26 triliun.

"Dengan nilai total aset sebanyak itu, saya yakin ikut menyumbang untuk jalannya perekonomian Jawa Timur. Ke depan kita akan banyak melakukan improvement program untuk memperkuat koperasi yang masih lemah," ucap Gus Ipul.

Lebih lanjut menurutnya, koperasi di Jawa Timur saat ini sudah dikelola dengan baik.

Bahkan saat ini mendapatkan permodalan sudah terbilang lebih mudah.

Modal bagi koperasi bukan hanya bisa didapat dari bank melainkan juga dari sumber permodalan yang lain.

Sehingga untuk menjalankan koperasi juga mudah dan anggota bisa mendapatkan keuntungan dari usaha koperasi tersebut.

"Yang perlu didorong tinggal masyarakatnya bagaimana bisa menghasilkan produk yang lebih baik di koperasi yang sudah ada, yang lebih berkualitas dengan harga terjangkau," ucapnya.

Oleh sebab itu pelatihan ke depan akan dijadikan alat untuk memperkuat kapabilitas anggota koperasi.

Pelatihan yang sudah disusun dinilai akan memperkuat solidaritas antar anggota.

"Salah satunya adalah pelatihan managemen yang moderen yang transparan. Yang paling tidak mencatat semua apa yang akan dilakukan dan apa yang sudah dilakukan," papar Gus Ipul.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help