Surya/

Berita Blitar

Garam Langka, di Blitar Harganya Tembus Rp 200.000 dari Sebelumnya Rp 45.000 Per Sak

“Sekarang harganya mahal, tapi saya tidak jual, tidak ada kiriman,” ujar Ali Mahmud peracang di Pasar Legi Kota Blitar.

Garam Langka, di Blitar Harganya Tembus Rp 200.000 dari Sebelumnya Rp 45.000 Per Sak
surya/samsul hadi
Khusnul Khotimah, pemilik toko di Pasar Legi, Kota Blitar menunjukkan garam halus dengan merek baru, Minggu (16/7/2017). 

SURYA.co.id | BLITAR, SURYA - Sudah sebulan ini, Ali Mahmud (39), tidak menjual garam kasar atau garam grasak di tokonya. Supplier dari Surabaya yang biasa memasok garam grasak sudah tidak datang mengirim barang lagi ke tokonya.

"Saya sudah berkali-kali pesan tapi tidak dikirim, barangnya tidak ada," kata pemilik toko pracangan di Pasar Legi, Kota Blitar, itu Minggu (16/7/2017).

Sebenarnya, pasokan garam grasak ke tokonya mulai seret sejak menjelang Ramadan. Meski jarang-jarang, distributor masih datang memasok garam. Tetapi, setelah Lebaran, pasokan garam grasak malah berhenti. Berkali-kali ia order garam grasak tapi tidak pernah dikirim.

“Sekarang harganya mahal, tapi saya tidak jual, tidak ada kiriman,” ujarnya.

Pemilik Toko Bumi Jaya di Pasar Legi, Khusnul Khotimah (42) mengatakan harga garam grasak sekarang sangat mahal. Satu sak garam grasak isi 25 kilogram harganya mencapai Rp 200.000.

Padahal, sebelumnya, harga satu sak garam grasak dengan berat yang sama harganya masih sekitar Rp 45.000 sampai Rp 50.000.

Khusnul juga tidak mempunyai stok garam grasak di tokonya. Ia biasanya dipasok garam grasak oleh distributor dari Surabaya. Sekarang kiriman garam grasak berhenti karena barangnya tidak ada.

“Sudah hampir sebulan ini tidak ada garam grasak,” kata perempuan berjilbab itu.

Tak hanya garam grasak, kata Khusnul, garam halus sekarang juga sulit. Ia baru saja mendapatkan kiriman 500 bal garam halus pada Jumat pekan lalu. Itupun dengan merek yang baru, tidak seperti biasanya.

Merek garam halus yang biasanya dipasok ke tokonya merek S. Tetapi, merek garam halus yang baru dikirim itu mereknya daun.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help