Surya/

Berita Banyuwangi

Empat Ekowisata Baru Berbasis Konservasi di Banyuwangi Mulai Tumbuh

Dengan perkembangan destinasi wisata berbasis konservasi, mulai banyak anak-anak muda di desa-desa yang mengembangkan potensi pantainy

Empat Ekowisata Baru Berbasis Konservasi di Banyuwangi Mulai Tumbuh
surya/haorrahman
Pantai Cemara, merupakan konservasi ekowisata. Kini banyak bermunculan kelompok-kelompok di desa Banyuwangi yang mengembangkan ekowisata berbasis konservasi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi terus mengembangkan model wisata pantai berbasis konservasi.

Kini bermunculan kelompok usaha bersama (KUB) baru, yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), untuk mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (Disperipangan) Hary Cahyo Purnomo mengatakan, terdapat empat KUB baru di Banyuwangi.

"Dengan perkembangan destinasi wisata berbasis konservasi, mulai banyak anak-anak muda di desa-desa yang mengembangkan potensi pantainya," kata Hary, Minggu (16/7/2017).

Empat KUB tersebut adalah Kili-Kili (Desa Wringin Putih), Pantai Grajagan (Desa Grajagan), Pantai Kawang (Wringin Putih), dan Pondok Nongko (Desa Badean).

Untuk KUB Kili-Kili telah resmi membuka panorama ekowisata mangrove, di Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Selasa (11/7/2017).

Hary mengatakan, Kili-Kili termasuk KUB pemula. Selain Kili-Kili, terdapat tiga KUB lainnya yang masih baru yakni Pantai Grajagan, Kawang, dan Pondok Nongko.

Tiga KUB tersebut saat ini mulai tumbuh, dan tergerak untuk mengembangkan konservasi sesuai potensi yang ada.

Seperti di Pantai Kawang yang lokasinya tidak jauh dari Kili-Kili, pemuda setempat mulai mengembangkan konservasi mangrove.

Tempat yang dikelola warga sekitar ini termasuk tempat wisata yang berbasis konservasi.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help