Surya/
Home »

Seleb

» Musik

Festival Musik

Aksi di Panggung Diunggah ke YouTube, Musisi Ditantang Tampil Krearif

Di pentas perdana Festival Musik Akustik Indonesia, Minggu (16/7/2017) tampil dua grup musik, yaitu Cak Angon dan DAS.

Aksi di Panggung Diunggah ke YouTube, Musisi Ditantang Tampil Krearif
surya/ahmad zaimul haq
KONTES AKUSTIK - Penampilan grup akustik, DAS dari Bambe dalam Kontes Musik Akustik yang digelar Papri Jatim, Minggu (16/7). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Festival Musik Akustik Indonesia Satu yang digelar Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jatim menjadi ajang para musisi adu kreativitas bermusik.

Kebebasan yang diberikan panitia bagi peserta untuk menampilkan aransemen pada lagu yang mereka bawakan justru menjadi tantangan yang diakui tidak mudah.

“Saya dan teman-teman biasanya tampil dalam format keroncong. Karena peserta hanya dibatasi maksimal lima orang maka tak bisa menampilkan format keroncong secara total,” kata Joko Setiono, vokalis kelompok musik Cak Angon

Di pentas perdana Festival Musik Akustik Indonesia, Minggu (16/7/2017) tampil dua grup musik, yaitu Cak Angon dan DAS. Kebetulan, selain lagu wajib Indonesia Satu, dua grup musik ini sama-sama memilih Indonesia Pusaka sebagai lagu pilihan. 

“Kalau diberi kesempatan tampil dalam format full tim pasti lebih manis sajian lagunya,” kata Joko.

Karena jumlah personel dibatasi, maka Cak Angon pun berusaha membuat aransemen sesuai jumlah personel.

“Kami bikin dengan memadukan pop dan reggae. Tapi, tantangan ini jadi menarik buat kami,” ucapnya.

Pernyataan senada dilontarkan Gofar, gitaris DAS. Personel yang dipertemukan oleh kebiasaan mereka nongkrong dan minum kopi ini mengaku tantangan yang mereka hadapi dalam menyajikan musik dalam format akustik tidak mudah.  

“Ya perlu penyesuaian, sebab kami biasanya tampil dalam format full band,” tandas Gofar.  

Menurut kata Dadang Junaedi, panitia Festival Musik Akustik Indonesia Satu, kegiatan yang terbuka untuk umum dan berlangsung hingga 30 Juli 2017 itu direkam video.

Selanjutnya, mulai Agustus 2017 seluruh rekaman tersebut diposting di channel YouTube.

“Kami tunggu seluruh rangkaian kegiatan selesai semua, baru kami upload ke YouTube agar semua peserta punya kesempatan yang sama untuk menarik perhatian penggemarnya lewat ‘like’ di akun YouTube itu,” papar musisi yang juga Ketua Surabaya Reggae Indonesia ini.

Aksi grup musik di channel YouTube itu nantinya menentukan kemenangan mereka di katagori Juara Favorit. “Jadi kami libatkan masyarakat untuk memilih kelompok musik mana yang tampil bagus,” urainya. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help