Surya/

Jelang Pilgub Jatim 2018

Muhammadiyah Jatim akan Gelar Forum Diskusi Khusus Bahas Pilgub 2018

"Bahkan kalau memungkinkan, kami juga menawarkan kepada partai politik. Sebab, mereka ini yang mempunyai tugas dalam mengusung calon kepala daerah."

Muhammadiyah Jatim akan Gelar Forum Diskusi Khusus Bahas Pilgub 2018
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik PWM Jatim, Suli Da'im saat memberikan penjelasan, Jumat (14/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bersiap mengusulkan nama kandidat gubernur-wakil gubernur yang akan didukungnya pada pilkada mendatang. Rekomendasi tersebut akan diberikan setelah melalui proses diskusi bertema membangun Jatim ke depan.

Hal ini diutarakan oleh Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik PWM Jatim, Suli Da'im. Diskusi tersebut, menurutnya merupakan salah satu media untuk mengakomodasi ide maupun usulan dalam membangun Jatim ke depan.

Termasuk terkait masukan dalam memilih figur pemimpin berpotensi yang akan diusungnya.

"Bahkan kalau memungkinkan, kami juga menawarkan kepada partai politik. Sebab, mereka ini yang mempunyai tugas dalam mengusung calon kepala daerah," ujar Suli, Jumat (14/7/2018).

Suli mengatakan, pihaknya telah menyediakan beberapa kader yang akan direkomendasikan kepada partai politik untuk diusung. Baik untuk posisi calon gubernur maupun wakil gubernur. Namun, ia enggan menyebut nama-nama yang juga telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai tersebut.

Meskipun akan merekomendasikan nama kandidat, Suli menampik anggapan bahwa manuver yang akan dilakukan pihaknya tersebut dilakukan untuk menyaingi kandidat yang sebelumnya telah direkomendasikan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Sebagaimana diketahui, 19 kiai NU memang telah merekomendasikan mendukung Saifullah Yusuf sebagai bakal calon gubernur.

Sebaliknya, PWM justru mendorong kemungkinan untuk menduetkan calon dari kadernya dengan NU. Sebab, sebagai ormas dengan basis kader mayoritas di Jatim, kombinasi di antara kedua kader tersebut akan memperbesar peluang menang di pilkada mendatang.

"Saat ini, dua ormas terbesar di Indonesia kan NU dan Muhammadiyah. Apabila keduanya bersatu, kami optimis bisa mewakili mayoritas suara di Jatim nantinya," sebut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

"Kemudian, apabila bisa tercipta satu kesatuan nantinya akan tercipta Jatim lebih kondusif, bermartabat, berkeadilan dan membangun lebih bagus lagi," urai anggota DPRD Jatimi ini.

Untuk saat ini, pihaknya tengah merancang tempat, waktu, maupun bentuk acara yang dibuat. Ia berharap, seluruh bakal calon yang selama ini telah bergaung di berbagai media, dapat mengikuti proses diskusi tersebut.

"Kami menungu ruang yang tepat untuk mengumumkan itu. Setidaknya, siapapun yang dimunculkan, dapat memberikan representatif keinginan masyarakat Jatim pada umumnya," ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help