Surya/

Berita Release

Kontrak Sumur Tua hampir Habis, Pertamina - Pemkab Bojonegoro kembali Berunding, ini Hasilnya

"Namun demikian kami tetap berkomitmen untuk menjaga produksi minyak bumi yang dikelola oleh penambang untuk masuk kepada negara."

Kontrak Sumur Tua hampir Habis, Pertamina - Pemkab Bojonegoro kembali Berunding, ini Hasilnya
surya/iksan fauzi
SUMUR TUA - Kawasan sumur minyak tua dengan mesin suling konvensional di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (8/7/2015).

SURYA.co.id | SURABAYA - Kontrak pengelolaan sumur-sumur tua di Bojonegoro, yang selama dilakukan PT Pertamina EP dengan menggandeng KUD dan BUMD Bojonegoro akan segera berakhir.

Hal ini membuat PT Pertamina EP bersama SKK Migas dan Pemkab Bojonegoro, melakukan pembicaraan untuk kontrak pengelolaan selanjutnya.

Chalid Said Salim Operation & Production Director PT Pertamina EP menjelaskan bahwa terkait dengan permasalahan sumur tua di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jajaran Direksi PT Pertamina EP memutuskan untuk pengelolaan Sumur Tua mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2008 yaitu bekerjasama dengan KUD atau BUMD.

"Namun demikian kami tetap berkomitmen untuk menjaga produksi minyak bumi yang dikelola oleh penambang untuk masuk kepada negara, dengan disetor melalui PT Pertamina EP", jelas Chalid, dalam rilis yang dikirimkan Jumat (14/7/2017).

Tony Wicaksono Kepala Departemen Kerja Ulang dan Perawatan Sumur SKK Migas, menjelaskan bahwa usulan yang disampaikan oleh PT Pertamina EP sudah sesuai dengan arahan dari Kemenkopolhukam dan Kementerian ESDM untuk kembali kepada Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2008.

"Dengan adanya usulan dari PT Pertamina EP untuk kembali ke Permen ESDM No 1 Tahun 2008 dengan melibatkan BUMD atau KUD maka itu sesuai dengan harapan kami di SKKMigas. Bahwa kita semua memulai kembali dari awal untuk pengelolaan sumur tua ini dan diharapkan ke depannya menjadi lebih baik", jelas Tony Wicaksono.

Agus Supriyanto Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan sesuai pertemuan sebelumnya antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, SKK Migas dan PT Pertamina EP didapatkan kesepakatan yang intinya pengelolaan sumur tua akan dikelola oleh BUMD.

Agus yang juga merupakan mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bojonegoro tersebut menyampaikan, pihaknya ingin melihat bagaimana implementasi sumur tua seperti pengelolaan yang ada di Kabupaten Blora.

"Sehingga akan tahu pengelolaan yang pas sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumur Tua. Kami juga membutuhkan kepastian kontrak ini bisa dilanjutkan dengan PT Pertamina EP," tambah Agus.

Tony Ade Iriawan, Direktur Utama PT Bojonegoro Bangun Sarana, BUMD Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa BUMD telah mempersiapkan konsep yang sudah disampaikan kepada Bupati Bojonegoro dan PT Pertamina EP.

"Kami sudah menyiapkan konsep sebagai pendamping penambang, kami sudah melakukan pendekatan kepada para penambang agar mau bergabung dengan BUMD. Dari 16 tokoh penambang, 14 tokoh telah setuju untuk bergabung dengan BUMD", jelas Tony.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help