Surya/

Berita Pamekasan Madura

Inilah Reaksi Kepala Desa saat Ratusan Pendukungnya Demo ke Polres Pamekasan

#MADURA - Satu truk pasukan Brimob bersenjata dan bawwa tameng datang dan turun di hadapan ratusan pendukung kades yang akan diperiksa.

Inilah Reaksi Kepala Desa saat Ratusan Pendukungnya Demo ke Polres Pamekasan
muchsin
Musaffak, Kepala Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, saat di Polres Pamekasan. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Bertahannya ratusan massa dan 12 Kepala Dusun (Kadus) Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, di jalan raya depan Mapolres Pamekasan, membuat Kepala Desa (Kades) Larangan Badung, Musaffak, yang saat itu diperiksa penyidik ke luar menemui massa, Sabtu (15/7/2017).

Lewat pengeras suara milik yang terpasang di mobil patroli Polres Pamekasan, Musaffak memohon kepada warganya yang tidak mau beranjak, membujuk agar pulang ke rumah masing-masing, tidak usah menunggu dirinya yang akan diperiksa. Permintaan ini demi mempercepat proses pemeriksaan dirinya sebagai saksi kasus dibakarnya pencuri Kusno Hadi.

“Kami mohon dengan hormat, bapak dan ibu pulang. Tidak usah bertahan di sini. Saya mohon doanya saja nanti setelah proses pemeriksaan ini, akan saya kabari. Tolong pengertiannya. Kalau bapak dan ibu tetap bertahan di sini, saya belum bisa diperiksa,” kata Kaes Musaffak.

Karena warga tidak bergerak dan tetap bertahan, Kades Musaffak mendekati mereka, kembali meminta mereka pulang.

“Kami semua cinta dan sayang pada Bapak Kades. Karena selama ini, kami baru merasakan memiliki kades seperti orang tua kami sendiri, yang melayani rakyat tanpa kenal waktu. Kalau bapak pulang, maka kami semua akan pulang. Jika tidak, kami tidak akan pulang,” kata warga.

Selanjutnya Kades Musaffak dan Kapolsek Palengaan, AKP Sholeh menemui salah seorang tokoh masyarakat, KH Hosnan, yang duduk lesehan di jalan raya. Dengan berbicara pelan-pelan dan bergantian, Musaffak dan AKP Sholeh memohon kepada KH Hosnan menyampaikan kepada warga agar pulang.

Saat itu KH Hosnan mengangguk, lalu berdiri berjalan ke arah mobil patroli dan mengambil mikrofon meminta warga pulang, sambil membaca sholatullah salamullah berulang-ulang. Hanya saja, warga tetap tidak beranjak.

Selanjunnya lewat pengerasa suara mobil patroli, petugas dengan lantang memperingatkan massa yang tidak mau pulang akan diberi tindakan tegas sesuai prosedur hukum. Sebab sudah beberapa kali diminta pulang tidak didengarkan.

“Kami di sini tidak akan membuat anakis. Kami hanya duduk menunggu selesainya pemeriksaan bapak kami (maksudnya Kades Musaffak), untuk kami bawa pulang kembali,” kata warga.

Berselang tidak berapa lama, satu truk pasukan Brimob dengan membawa senjata dan tameng datang dan turun di hadapan massa. Kala itu massa mulai ketar-ketir dan saling berbicara satu sama lain, untuk memilih pulang, daripada berhadapan dengan pasukan Brimob.

Kepada SURYA, Kades Musaffak mengaku kaget, mengetahui banyak massa datang ke polres untuk mengantarkan dirinya yang diperiksa sebagai saksi, kasus pencuri yang ditangkap warga dan dibakarnya.

“Saat itu jumlah massa banyak. Tidak bisa menghitung berapa jumlahnya. Saya tidak mampu membendung mereka yang tersulut emosi, sehingga saya langsung menghubungi pihak kepolisian minta bantuan mencegah sekaligus mengevakuasi pencuri itu. Dan alhamdulillah, petugas datang,” kata Musaffak.

Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help