Surya/

Berita Mancanegara

Sungai Gangga, Nadi Kehidupan Warga India yang Kini Sekarat Akibat Sampah Hingga Jasad Manusia

Sungai berjuluk "ibu" itu kian sekarat akibat sampah plastik, limbah pabrik, bahkan jenazah manusia.

Sungai Gangga, Nadi Kehidupan Warga India yang Kini Sekarat Akibat Sampah Hingga Jasad Manusia
kompas.com/afp
Para pedagang bersiap untuk memindahkan tempat penampungan sementara mereka dari tepi Sungai Gangga saat permukaan air sungai meningkat karena hujan deras, di Allahabad, Kamis (6/7/2017). 

SURYA.co.id - Sungai Gangga merupakan nadi kehidupan warga India. Sayangnya, sungai berjuluk "ibu" itu kian sekarat akibat sampah plastik, limbah pabrik, bahkan jenazah manusia.

Setiap tahun, tak kurang dari 115.000 ton sampah plastik mengotori sungai itu.

Padahal sungai yang mengalir dari Pegunungan Himalaya hingga ke Teluk Bengal itu menghidupi jutaan orang.

Bukan hanya sampah, polusi limbah pabrik dan rumah tangga mempercepat kematian sungai suci itu.

Sungai Gangga lahir dari curahan air gletser di Himalaya. Namun seiring mendekati laut, sungai sepanjang 2.620 kilometer itu mulai dicemari sampah dan limbah manusia.

Sungai ini melewati 29 kota dengan populasi lebih dari 100.000 orang dan 23 kota lain yang berpopulasi di atas 50.000 penduduk.

Tentu, Gangga memainkan peranan besar dalam ritual keagamaan Hindu dan sudah membumi sejak ratusan tahun silam.

Umat Hindu meyakini Sungai Gangga sebagai titisan Tuhan yang mengalir dari surga buat membersihkan Bumi.

Maka membasuh diri dengan menggunakan air Sungai Gangga diyakini akan menyucikan manusia dari semua dosa.

Tidak heran jika setiap hari ribuan peziarah menyemuti bantaran sungai ini untuk mandi dan berdoa.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help