Surya/

Setengah Teler, Pria ini Datangi RS Sambil Membawa Potongan Hidungnya di Dalam Gelas Es

Sambil setengah teler, seorang pria datang ke RS membawa potongan hidungnya yang ditaruh dalam gelas penuh es. Lho kok bisa hidungnya lepas?

Setengah Teler, Pria ini Datangi RS Sambil Membawa Potongan Hidungnya di Dalam Gelas Es
Cavendish Press
ilustrasi 

SURYA.co.id | LIVERPOOL - Seorang pemuda 24 tahun yang mabuk berat datang ke rumah sakit sambil membawa segelas es.

Di dalam gelas dingin tersebut, terdapat potongan hidungnya. Lho kok bisa?

Ya, pemuda bernama Liam Harris itu sebelumnya terlibat dalam perkelahian brutal di sebuah bar yang menyebabkan hidungnya putus usai dihajar dan digigit oleh pria 38 tahun bernama James Phillip Edwards. 

Moncong hidung yang putus itu pun jatuh. Segera, dia memungut potongan hidung itu dan memasukkannya ke dalam gelas berisi es, lalu membawanya ke sebuah RS di Liverpool, Inggris.

Apes baginya, dokter yang menangani, menyatakan tidak dapat menjahit hidung itu kembali ke tempatnya semula. 

Seperti dilansir dari Daily Post, Harris mengatakan bahwa dengan ketidakmampuan dokter menjahit hidung tersebut, dia harus sabar menunggu sampai jaringan tempat hidungnya semula menempel, kembali mengeras. 

Namun bukan itu sakit itu yang dikhawatirkan oleh Harris. Yang dia khawatirkan justru penampilannya setelah serangan brutal itu.  

Krisis kepercayaan diri itulah yang menyebabkan Harris mengurung diri di dalam rumah selama enam pekan. 

"Setelah serangan itu, saya seakan kehilangan kepercayaan diri. Saya sangat sadar bagaimana penampilan saya saat ini dan berusaha untuk menghindar saat difoto," kata Harris. 

Walau demikian, masih ada secercah harapan untuk pemuda itu. Dia dijadwalkan bertemu dengan dokter bedah plastik untuk membicarakan kemungkinan hidungnya direkonstruksi dengan menggunakan sepotong tulang rawan yang diambil dari telinga atau tulang rusuk. 

Lalu bagaimana nasib si pria yang menggigit hidungnya sampai putus?

Dilansir dari sumber yang sama, pria itu akhirnya ditangkap polisi dan terancam dibui selama dua tahun. 

Penulis : Zakiyatul Miladiyah

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help