Surya/

Investasi

Semester I 2017, Investasi Reksadana Tumbuh 15 Persen

Sepanjang 1 semester di tahun 2017, investasi reksadana secara nasional berhasil menghimpun dana senilai Rp 383 triliun, tumbuh 15 persen.

Semester I 2017, Investasi Reksadana Tumbuh 15 Persen
kompas.com
ilustrasi investasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktorat Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total reksadana secara nasional mencapai Rp 383 triliun.

Nilai itu terakumulasi dari berbagai jenis reksadana.

Dari reksadana saham misalnya, dihimpun dana Rp 104 triliun. Lalu dari reksadana pasar uang Rp 50 triliun, reksadana campuran Rp 23 triliun, reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 84 triliun, rekasdana indeks Rp 1 triliun, reksadana syariah Rp 18,3 triliun, dan reksadana terproteksi Rp 93 triliun. 

"Jadi secara total jumlah sudah mencapai 1527 produk dengan berbagai fasilitas dan tingkat resiko masing-masing," jelas Sujanto, Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Kamis (13/7/2017).

Saat ini, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia per tahun 2016 masih sangat rendah, yaitu sekitar 29,66 persen. Sehingga menjadi rawan untuk dijadikan sasaran maraknya ajakan investasi ilegal.

“Jika melihat trend jenis investasi reksadana per Desember 2016 sebesar Rp 350 triliun terjadi kenaikan Rp 50 triliun di semester pertama tahun ini menjadi Rp 383 triliun. Pergerakan naiknya investasi reksadana sekitar 15 persen, ” tambah Sujanto.

Bagi instansi-instansi, Sujanto menyebut diperlukannya tindakan preventif, kuratif ataupun represif tentang wawasan investasi dana reksa yang semakin kompleks di sektor jasa keuangan.

Hal ini seiring dengan perkembangan sistem keuangan yang semakin beragam, termasuk dalam memanfaatkan teknologi yang terus berkembang.

Sejalan dengan perubahan pasar digital, penetrasi secara online juga terpantau melalui BukaReksa yang berhasil menyerap pelaku investasi reksadana mencapai 30.000 pengguna dalam 5 bulan peluncuran produk yang di operatori e-comerce Bukalapak.com.

“Untuk itu, Bukalapak akan terus mendukung usaha OJK dalam rangka mendorong intensitas sosialisasi dan edukasi kepada publik serta mengembangkan metode penjualan produk khususnya Reksa Dana,” tambah Gahayu Handari, Business Development Manager Bukalapak.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help