Surya/

Berita Unik

Kok Bisa Ada Gumpalan Rambut Sebesar Buah Melon di Dalam Perut Gadis ini? Begini Ceritanya

Gumpalan ini Menempati Lebih dari 80 Persen Perut si Gadis. Membuatnya Selalu Muntah Usai Makan.

Kok Bisa Ada Gumpalan Rambut Sebesar Buah Melon di Dalam Perut Gadis ini? Begini Ceritanya
mirror
Gumpalan rambut di dalam perut gadis India. 

SURYA.co.id - Bisa anda bayangkan gumpalan rambut sebesar buah melon ada di dalam perut?

Kejadian langka itu dialami Aakansha Kumari, gadis berusia 16 tahun asal India.

Gumpalan rambut itu baru diketahui setelah orang tua sang gadis melihat ada yang tidak beres di tubuh anaknya hingga mengakibatkan bobotnya merosot hingga 12,7 kg.

Aakansha pun sering muntah usai melahap makanannya.

Akhirnya gadis ini dibawa ke dokter yang akhirnya melakukan X-Ray di perutnya.

Hasilnya, ada massa besar yang menempati lebih dari 80 persen perutnya.

Sang dokter semakin tercengang ketika mengetahui gumpalan itu ternyata rambut.

Gumpalan rambut di perut gadis India.
Gumpalan rambut di perut gadis India. (mirror)

Akhirnya, tim yang dipimpin oleh ahli bedah gastro Dr Abhay Kumar, melepaskan gumpalan rambut dalam operasi terbuka di Doon Medical College and Hospital, di Dehradun, India.

"Gumpalan rambut ini menempati 250 ml sampai 300 ml ruang di perut dan ini menyebabkan dia kehilangan minat untuk makan," kata Dr Abhay Kumar seperti dikutip dari Mirror.

Menurutnya, operasi ini menantang karena pihaknya harus mengeluarkan gumpalan rambut itu secara utuh agar tidak tercecer. 

"Kami tidak bisa melakukannya secara sepotong demi sepotong dan berisiko menjatuhkan helai rambut di rongga tubuh karena akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut," terangnya.

Dari pengakuan Aakansha, rambut-rambut itu ada di dalam perutnya setelah diam-diam dia memakannya. 

Kebiasaan itu dilakukan bertahun-tahun tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Ayah  Aakansha, Satish Chandra mengatakan, ada benjolan yang terlihat di perut anaknya sebelum operasi.

"Putri saya terlihat lebih sehat dan bahagia sekarang," katanya. (Zakiyatul Miladiyah)

Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help