Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

Kadin Berharap Turki Buka Rute Penerbangan ke Surabaya, ternyata ini Tujuannya

"Kami minat di sektor konstruksi, minyak dan gas, pendidikan, pariwisata, dan lainnya," kata Sander, usai bertemu La Nyalla Mattaliti.

Kadin Berharap Turki Buka Rute Penerbangan ke Surabaya, ternyata ini Tujuannya
surya/sri handi lestari
Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Duta Besar Turki untuk Indonesia, Sander Gurbuz, melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Kamis (13/7/2017).

Dalam pertemuan itu, Sander mengaku menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo ke Turki, yang sempat melakukan pertemuan dengan pebisnis Turki dan mengundangnya untuk berinvestasi di Indonesia.

"Saya kemudian ke Surabaya dan Jawa Timur untuk melihat potensi bisnis yang ada. Kami minat di sektor konstruksi, minyak dan gas, pendidikan, pariwisata, dan lainnya," kata Sander, usai bertemu dengan La Nyalla Mahmud Mattaliti, Ketua Umum Kadin Jatim, dan jajarannya.

Sedang Ketua Komite Tetap Promosi dan Industri Hasil Laut Kadin Jatim, Johan Suryadarma meminta kepada Sander agar maskapai penerbangan nasional Turki membuka rute penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

"Kalau ingin lebih tahu potensi yang ada di Surabaya dan Jatim, ayo dong buka rute penerbangan Surabaya - Turki. Banyak lho wisatawan asal Jatim yang Turki, baik yang rekreasi maupun yang umrah kemudian rekreasi ke Turki," jelas Suryadarma.

Sander siap menampung usulan itu, dan akan menawarkan ke maskapai penerbangan baik yang nasional maupun yang swasta di Turki.

Saat ini, penerbangan dari maupun ke Turki, masih dilayani di Jakarta dan Denpasar, Bali. Bahkan, dari dan ke Jakarta, ada dua jadwal penerbangan.

"Apa salahnya kalau satu penerbangan di Surabaya. Surabaya bisa jadi hub dari daerah timur lainnya, warga Turki bisa bisnis dan wisata dari Surabaya ini," lanjut Johan.

Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Jatim, Turino Junaedi, mengatakan, bahwa sejauh ini investasi Turki di Jatim memang masih sangat kecil.

Di sektor perdagangan pun juga sama, ekspor Jatim ke Turki dalam setiap tahun hanya berkisar antara 87 juta dolar AS hingga 94 juta dolar AS.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help