Surya/

Genjot Investasi Reksadana, OJK Gandeng Bukalapak

Otoritas Jasa Keuangan ingin menggenjot pengetahuan masyarakat terhadap produk investasi Reksadana. Mereka pun menggandeng Bukalapak.

Genjot Investasi Reksadana, OJK Gandeng Bukalapak
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OKJ) Kantor Regional IV Jawa Timur, menggandeng dua institusi pelaku usaha untuk mengenalkan produk investasi reksadana. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan investasi keuangan yang lebih aman, salah satunya reksadana

"Hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan pengetahuan lebih dalam kepada masyarakat mengenai Reksa Dana, terutama keunggulan-keunggulannya, sehingga masyarakat berminat untuk mulai berinvestasi di Reksa Dana”, kata Deddy Herlambang, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal, OJK Kantor Regional IV Jatim, Kamis (13/7/2017).

Saat ini, produk investasi Reksa Dana belum terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia. OJK merasa perlu melakukan inisiasi untuk memberikan pemahaman tentang Reksa Dana kepada masyarakat di Surabaya. Pihaknya merasa perlu mengubah paradigma masyarakat bahwa menabung tidak hanya bisa dilakukan dengan membuka tabungan atau deposito di Bank namun juga bisa dengan berinvestasi di Reksa Dana.

Kuswandono, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, OJK Kantor Regional 4 Jatim, menambahkan, Reksa Dana merupakan investasi yang aman karena legalitas dan strukturnya.

"OJK memberikan pernyataan efektif dan/atau mencatatkan setiap produk Reksa Dana yang diterbitkan, begitu juga Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana wajib mendapatkan izin dari OJK terlebih dahulu sebelum mengelola Reksa Dana," jelas Kuswandono.

Kemudian dana investor tidak dipegang oleh Manajer Investasi, melainkan disimpan di Bank Kustodian. Hal tersebut mencegah Manajer Investasi melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Legowo Kusumonegoro, President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, menambahkan, selain keamanan, berinvestasi di Reksa Dana juga mudah dan terjangkau.

Masyarakat dapat memulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan mendatangi Manajer Investasi atau Bank yang merupakan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

"Atau dapat juga dilakukan secara online melalui website Manajer Investasi atau melalui BukaReksa di aplikasi Bukalapak. Nilai investasinya pun sangat terjangkau karena masyarakat dapat berinvestasi di Reksa Dana dengan nilai investasi yang sangat minimal bahkan hingga Rp 10.000”, jelas Gahayu Handari, Business Development Manager Bukalapak.

Alih-alih berinvestasi di Reksa Dana, masyarakat malah menggandrungi investasi yang tidak jelas legalitasnya. Diiming-imingi dengan imbal hasil yang sangat tinggi, masyarakat terlena hingga kehilangan seluruh uang yang diinvestasikan.

“Sebelum berinvestasi, harus terlebih dahulu mengetahui apakah produk dan pengelola dana merupakan produk dan pihak yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Selain itu, masyarakat perlu melihat apakah imbal hasil yang dijanjikan masuk akal, hal ini dapat dibandingkan dengan rata-rata bunga deposito yang disediakan oleh perbankan”, tambah Wahid Siregar, Analis Direktorat Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK.

Dengan diadakannya seminar Reksa Dana ini, diharapkan masyarakat Surabaya lebih aware dan mengenal Reksa Dana sehingga memiliki minat untuk berinvestasi di Reksa Dana.

Keamanan, kemudahan, dan terjangkaunya investasi di Reksa Dana merupakan keunggulan yang seharusnya diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help