Surya/

Dianggap Monster, Bocah 16 Tahun ini Dipaksa Putus Sekolah karena Membuat Takut Temannya

Untuk Makan, Melihat dan Bernafas Saja Sudah Kesulitan. Derita itu Ditambah Penolakan dari Orang-orang Sekitarnya.

Dianggap Monster, Bocah 16 Tahun ini Dipaksa Putus Sekolah karena Membuat Takut Temannya
mirror
Mithun Chauhan 

SURYA.co.id - Nasib malang dialami bocah berusia 16 tahun asal India, Mithun Chauhan.

Di usia remaja dia terisolir dan dijauhi teman-teman sebayanya.

Kelainan genetik langka yang dialaminya membuatnya terbelenggu dengan benjolan dan bengkak di sekujur wajah dan tubuhnya.

Dia diminta untuk meninggalkan sekolah karena teman-teman takut melihatnya.

Kondisi ini bahkan membuatnya kesulitan makan, melihat dan bernafas.

Mithun Chauhan
Mithun Chauhan (mirror)

Mithun yang mendapat julukan Bubble Wrap Boy ini bahkan dianggap sebagai monster dan keluarganya percaya dia telah dikutuk oleh dewa.

Untuk membebaskan itu, keluarganya bahkan telah melakukan ritual khusus, namun tak bisa mengurangi beban yang diderita Mithun.

Dalam sebuah klip dari film dokumenter Channel 5 Extraordinary People terungkap, kondisi Mithun ini didengar oleh seorang wartawan bernama Sanjay Panjey yang akhirnya menawarkan dia untuk mendapatkan perawatan medis.

Awalnya, Sanjay Panjey sangat tertarik dengan desas-desus tentang adanya monster yang tersembunyi di daerah tersebut.

Dia lalu pergi ke negara bagian yang terisolasi dimana Mithun tinggal.

Setelah melihat seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dengan kondisi kulit yang sangat parah dan bisa membunuhnya, dia memutuskan untuk menyerahkan Mithun ke perawatan medis.

Sekarang, Mithun dijadwalkan untuk menjalani serangkaian operasi besar agar tidak hanya mengubah wajahnya tapi juga mengubah hidupnya selamanya.

Risikonya adalah jika ada yang tidak beres, prosedur medis bisa membunuhnya.

Kondisi Mithun, yang dikenal sebagai neurofibroma, hanya mempengaruhi satu dari 33.000 orang dan menyebabkan tumor tumbuh sepanjang ujung saraf.  Namun dia adalah salah satu yang paling ekstrem di dunia.(Zakiyatul Miladiyah)

Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help