Surya/

Pameran Seni Lukis dan Patung

‘Di Balik Senyap’, Eksplorasi Diri Purjito setelah 25 Tahun Berkarya

Lebih dari 40 karya seni lukis dan patung dihadirkan, dan beberapa di antaranya merupakan koleksi pribadi.

‘Di Balik Senyap’, Eksplorasi Diri Purjito setelah 25 Tahun Berkarya
surya/ahmad pramudito
Purjito saat memamerkan kemampuannya memoles tanah liat sehingga menjadi sebuah karya seni patung. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Selama 25 tahun seniman Purjito menyimpan ratusan karyanya. Kini, setelah melalui rentetan proses berkreasi karya seni dalam bentuk patung itu coba dia suguhkan pada masyarakat.

Karya itu diakui Purjito merupakan tonggak sejarah bagi perjalan seni Purjito dan awal ia menanamkan keyakinan dan keberanian dalam mengarungi dunia seni rupa khususnya seni patung.

“Jawaban dari perjalanan ini saya hadirkan di pameran ini,” ujar Purjito

Proses pencarian jati diri yang kemudian divisualkan itu diangkat dalam pameran tunggal seni patung dan lukisan yang digelar di Galeri House of Sampoerna. Pameran bertema ‘Di Balik Senyap” tersebut berlangsung mulai Jumat (14/7/2017) hingga 5 Agustus 2017.

Lebih dari 40 karya seni lukis dan patung dihadirkan, dan beberapa di antaranya merupakan koleksi pribadi yang bahkan tidak terpikir oleh Purjito untuk diekspose ke publik.

Di antaranya adalah Menanti Sang Fajar (1991), Berdoa di Pinggiran Pantai (1992), Rumangsa (1993), Menanti Pacar (1994), dan Menanti Dewi Sri (1996).

Menurut Purjito, pameran yang ditujukan untuk berbagi pengalaman itu dikemas sedemikian rupa sesuai alur perubahan karakter karya yang sejalan dengan perjalanan kontemplasi dirinya.

Tak hanya menggelar pameran. Purjito juga meluangkan waktu untuk menggelar demo membuat patung dengan teknik modeling.

Untuk membuat kerangkanya, Purjito menggunakan tanah liat asli dari Purwokerto dan Beso sebagai bahannya.
“Saya gunakan tanah liat asli Purwokerto karena elastis, jika terkena air tidak becek, dan kalau kering tidak kaku," begitu paparnya.

Untuk membuat patung sosok penari perempuan itu, yang dilakukan pertama adalam merangkai besi. Selanjutnya modeling dengan tanah liat menggunakan tangan kosong dibantu kayu untuk pembentukannya.

Halaman
12
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help