Surya/

Citizen Reporter

Dari Buah Lerak Jadilah Bata Beton Ringan Ramah Lingkungan

selama ini buah lerak dimanfaatkan sebagai sabun untuk mencuci baju ... namun siapa sangka dari buah lerak bisa menjadi bahan dasar bata beton ringan

Dari Buah Lerak Jadilah Bata Beton Ringan Ramah Lingkungan
pixabay
ilustrasi 

Reportase Lucky Prabawati
Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang

EFEK rumah kaca, kebutuhan akan hunian dan meningkatnya bahan bangunan merupakan masalah yang dewasa ini sedang gencar-gencarnya dicanangkan solusinya.

Banyak pihak tertarik untuk berperan menekan pemanasan global. Salah satunya mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang (UM), yang mengolah buah lerak (sapindus rarak) menjadi busa (foam) dalam pembuatan bata beton ringan.

Umumnya busa lerak digunakan sebagai deterjen pencuci baju. Kali ini Reksi Syahputra menjajalnya sebagai pengganti foam agent dengan menambah fly ash yang dapat mengurangi komposisi semen pada pembuatan bata beton ringan.

Sebagai upaya penyelamatan bumi, penambahan fly ash dapat menekan produksi semen yang dalam produksinya melepaskan gas CO2 atau gas rumah kaca ke udara yang berperan lebih dari 60 persen dari total gas rumah kaca saat ini.

Sejalan dengan menekan kontribusi gas CO2, penggantian busa alami buah lerak dari busa buatan dari foam agent dapat meningkatkan penanaman tumbuhan lerak yang jarang ditemui. Juga tak lain sebagai penghijauan untuk meningkatkan kadar oksigen.

Proses pengolahan sampai menjadi busa yang siap digunakan terjadi dalam beberapa tahap. Pertama, memilah dan memilih buah lerak yang bagus, berwarna kehitaman.

Kedua, mengupas buah lerak dan mengeluarkan isinya. Ketiga, kemudian merendamnya dalam air panas selama 24 jam.

Keempat, meremas-remas buah lerak dan membuang bijinya sehingga menjadi sari buah lerak yang siap digunakan sebagai busa.

Gagasan ini lolos dalam Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian eksakta dengan didanai Dikti tahun 2017. Selain Reksi Syahputra, ide ini melibatkan dua mahasiswa UM lainnya, Frengky Mahendra dan Kyky Sunaryo.

Sebagai ketua kelompok, Reksi menaruh harapan penelitian ini sampai pada tahap final dan tujuan penelitian ini tepat sasaran, yaitu masyarakat luas dapat menerima dan menggunakan metodenya sebagai bahan pembuat dinding yang ramah lingkungan. Dengan begitu upayanya mengurangi pemanasan global akan berjalan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help