Surya/

Single Focus

Agnes Angelina Khurniawan: Berharap Manajemen KBS Perhatikan Kebersihan

“Jangankan yang ada di dalam (KBS), kalau kita lewat saja sudah langsung tercium aroma tidak sedap itu,” celetuk sulung dari dua bersaudara.

Agnes Angelina Khurniawan: Berharap Manajemen KBS Perhatikan Kebersihan
surya/ahmad pramudito
Agnes Angelina Khurniawan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai ikon wisata andalan Kota Surabaya, Kebun Binatang Surabaya (KBS) kurang mendapat perhatian memadai. Hal utama yang penting namun terabaikan adalah masalah kebersihan.

“Pengunjung kurang sepenuhnya memerhatikan masalah kebersihan ini, sehingga banyak sampah bertebaran di mana-mana,” kata Agnes Angelina Khurniawan.

Ketidakpedulian pengunjung terhadap kebersihan ini, lanjut Agnes, diperparah dengan kurang intensnya pihak KBS merawat kawasan yang banyak dihuni satwa tersebut. Akibat kondisi itu menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar KBS.

“Jangankan yang ada di dalam (KBS), kalau kita lewat saja sudah langsung tercium aroma tidak sedap itu,” celetuk sulung dari dua bersaudara ini.

Perempuan yang doyan naik gunung untuk mengisi waktu luangnya ini berharap agar manajemen KBS memerhatikan kebersihan KBS demi kenyamanan bersama, tidak hanya pengunjung tetapi juga masyarakat yang kebetulan lewat di sekitar objek wisata tertua di Surabaya itu.

“Pihak KBS juga harus tegas pada pengunjung yang seenaknya buang sampah di area KBS,” pintanya.

Lulusan UK Petra Jurusan Komunikasi ini tak menepis bahwa KBS masih jadi idola masyarakat, terutama saat liburan. Terbukti, dia sering mendapat postingan foto dari teman-temannya yang kebetulan sedang rekreasi ke KBS.

“Komentar teman-teman pun sama, objek wisata ini kurang perawatan secara maksimal. Padahal tiket masuknya naik terus,” tegas Agnes yang sehari-harinya bertugas sebagai Marketing Communication Tanly Hospitality ini.

Perempuan kelahiran Balikpapan, 6 Oktober 1992 ini lalu membandingkan kondisi KBS dengan Taman Safari.
“Kita bisa nyaman saat berada di Taman Safari karena kondisinya terjaga bersih sehingga tak sampai timbul aroma tidak sedap,” tandas Agnes yang hobi berat makan rujak cingur.

Agnes yang suda menaklukkan Gunung Semeru dan Gunung Rinjani ini menekankan pengelola KBS tak harus membuat kondisinya jadi sama persis seperti Taman Safari. Sebab, menurut Agnes, KBS justru menarik karena punya ciri khas tersendiri.

“Konsep yang disajikan harus berbeda supaya ada ciri khas KBS yang membuat pengunjung untuk datang dan ingin kembali lagi,” imbuhnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help