Surya/

Liputan Khusus

Yosep Ubah Konsep Bisnis Cak Trans, dari Antar Orang Kini Antar Barang

Cak Trans yang dulunya sibuk mengantarkan orang, sekarang lebih banyak mengantar barang atau logistik.

Yosep Ubah Konsep Bisnis Cak Trans, dari Antar Orang Kini Antar Barang
surya/m taufik
Cak Trans yang dulunya sibuk mengantarkan orang, sekarang lebih banyak mengantar barang atau logistik. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Obrolan Yosephus Widyawan bersama sejumlah rekannya di sebuah café di kawasan Delta Sari, Waru, Sidoarjo terlihat gayeng.

Perkembangan bisnis logistik terdengar paling banyak mereka perbincangkan, Rabu (5/7/2017) malam itu.

Sambil sesekali tertawa bersama ketika muncul guyonan-guyonan khas Suroboyoan, update seputar ojek online dan beberapa perkembangan bisnis lain di tanah air juga menjadi bahan perbincangan para pengusaha muda ini.

Yosep merupakan Founder dan CEO Cak Trans, perusahaan aplikasi ojek online yang berbasis di Surabaya.

Sementara beberapa rekannya itu adalah para pebisnis muda di bidang UKM.

Bertemu dengan para pebisnis, pelaku UKM, UMKM, komunitas-komunitas bisnis, dan sebagainya itu merupakan kegiatan Yosep setahun belakangan.

“Selain menambah relasi, kegiatan-kegiatan seperti ini saya lakukan untuk mencari pasar dan patner bisnis dalam mengelola Cak Trans,” aku Yosep.

Ini merupakan rentetan dari keputusannya untuk mengubah haluan bisnis Cak Trans, dari perusahaan ojek menjadi perusahaan teknologi (pengembang aplikasi) yang fokus untuk menciptakan inovasi melalui bisnis mata rantai pasok (logistik) dan fokus pada kekuatan lokal.

Diakuinya, saat masih menjalankan bisnis ojek online Cak Trans babak-belur ketika harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang bermodal besar, seperti Gojek, Uber, Grab dan sebagainya.

“Kalau mengikuti mereka, jelas kami tidak mampu. Mereka sangat murah karena subsidinya juga sangat besar. Karenanya, kami harus berbenah. Terus mencari celah dan terus berinovasi,” ungkap pria 34 tahun asli kelahiran Manukan, Surabaya ini.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help