Surya/
Home »

Bisnis

» Mikro

Berita Ekonomi Bisnis

Pengusaha Rokok Sebut Produksi Turun di Saat Panen Tembakau Naik, ternyata ini Akibatnya

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Ismanu Soemiran, mengatakan, saat ini masih diperlukan penguatan pertanian tembakau.

Pengusaha Rokok Sebut Produksi Turun di Saat Panen Tembakau Naik, ternyata ini Akibatnya
surya/sutono
Karyawan sedang sibuk memproduksi rokok kretek. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Optimisme Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di musim panen tembakau tahun ini tidak dirasakan oleh pengusaha rokok.

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Ismanu Soemiran, mengatakan, saat ini masih diperlukan penguatan pertanian tembakau untuk meningkatkan kemandirian industri rokok Indonesia.

“Selama ini kebijakan pemerintah masih tumpang tindih terhadap industri ini. Indonesia terjebak dengan kebijakan yang tidak memihak terhadap industri sehingga industri hasil tembakau kita menurun di saat produksi global justru naik,” jelas Ismanu, Rabu (12/7/2017).

Lebih lanjut, Ismanu menyebutkan, pada tahun 2016 produksi tembakau global mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2015.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan produksi tembakau nasional yang mengalami penurunan rata-rata sebesar 0,28 persen selama 3 tahun terakhir ini.

Bahkan, pada 2016 silam produksi rokok di tanah air juga mengalami penurunan sebesar 1,67 persen dari 348 miliar batang pada 2015 menjadi 342 batang pada 2016. Pihaknya pun memperkirakan tren penurunan tersebut berlanjut hingga tahun ini.

"Kami juga mendukung RUU Pertembakauan untuk memayungi industri ini agar kebijakan tidak terpecah,” tandas Ismanu.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help