Surya/

Citizen Reporter

Menjaga Tradisi Anjangsana Syawal ala TPI Gedangan

tradisi syawalan dengan anjangsana silaturahmi ala Yayasan TPI Gedangan ini selain menarik, juga layak dijaga kelangsungannya ...

Menjaga Tradisi Anjangsana Syawal ala TPI Gedangan
pixabay
ilustrasi 

Reportase Khoirun Nisak
Guru di UPT SD TPI Gedangan Sidoarjo

 

BULAN syawal belum usai. Kegiatan bermaaf-maafan masih terus berlanjut demi meraih pribadi fitrah kembali. Pun kalangan guru di Yayasan TPI Gedangan

Tradisi anjangsana ala Yayasan TPI Gedangan ini berlangsung semringah, Kamis (6/7/2017). Para kepala sekolah beserta guru dari setiap jenjang berkumpul di halaman sekolah TPI Gedangan, bersilaturahmi dan menjaga kerukunan warga sekolah dan pengurus yayasan.

Salah satu penasehat yayasan, KH Mu’thi mengingatkan, "yang penting rukun. Kalau rukun maka ilmu yang diajarkan itu bisa bermanfaat. Kalau tidak, percuma saja setiap hari mengajarkan kepada anak-anak. Tak ada gunanya.”

Wejangan sekaligus  motivasi bagi semua guru untuk selalu menjaga tali silaturrahim di kalangan pendidik di Yayasan TPI Gedangan. Mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMU, dan SMK, melebur menjadi satu dan saling bersalam-salaman untuk menggugurkan kesalahan dan kehilafan yang pernah dilakukan selama satu tahun bertugas.

Drs Tohari Hamzah, Kepala SMU TPI Gedangan menyambut baik kegiatan ini, sebagai ajang perkumpulan guna menjaga kerukunan antar sesama.

“Tak ada perbedaan antara guru TK, guru SD, maupun guru SMP dan Guru SMU. Semuanya harus bekerjasama mengembangkan anak didiknya agar nantinya berguna di masyarakat,” ujarnya.

Anjangsana dimulai dengan berkunjung ke rumah sesepuh TPI Gedangan, selanjutnya kepada ketua yayasan TPI Gedangan, dan jajaran stafnya. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan ini. Di antaranya mempererat persaudaraan, menenangkan hati,  kerukunan terjaga sehingga suasana kerja menjadi lebih nyaman, serta memperpanjang umur.

"Sesama warga yayasan haruslah saling bekerjasama guna menciptakan perubahan dan mengembangkan yayasan. Siapa lagi yang akan mengembangkan sekolah-sekolah Islam jika bukan dari generasi Islam. Perjuangan juga harus didukung dengan niat lillahi ta’ala. Semoga kegiatan ini selalu mendapatkan rida Allah SWT,” pungkas seksi pendidikan, Samsuri.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help