Surya/

Travel

Jangan Leboran dan Sambal Blotong, Kuliner Khas Banyuwangi yang Terlupakan. . .

Jangan Leroban dan Sambal Blotong, makanan asli Suku Using Banyuwangi yang kini mulai jarang ditemui.

Jangan Leboran dan Sambal Blotong, Kuliner Khas Banyuwangi yang Terlupakan. . .
kompas.com/ira rachmawati
Jangan leroban dinikmati dengan nasi, sambal blotong, pepes ikan laut dan gimbal jagung 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyak makanan istimewa yang bisa dijumpai di Kabupaten Banyuwangi.

Selain sego tempong, rujak soto dan pecel pitik, ada satu lagi yang kuliner yang wajib dicicipi jika berkunjung ke kabupaten paling timur Pulau Jawa ini.

Namanya Jangan Leroban dan Sambel Blotong.

Sayangnya, tidak banyak warung yang menjual makanan tersebut.

Kedua makanan tersebut termasuk langka karena pembuatannya rumit dan butuh ketelatenan.

Jika beruntung, Anda bisa menikmati Jangan Leroban dan Sambal Blotong di rumah warga Suku Using di Banyuwangi.

Salah satunya adalah di Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.

Jangan leroban, makanan khas Suku Using yang mulai terlupakan
Jangan leroban, makanan khas Suku Using yang mulai terlupakan (kompas.com/ira rachmawati)

Ratih Puspa, warga Desa Licin kepada Kompas.com menjelaskan pembuatan Jangan Leroban biasanya berbarengan dengan pembuatan minyak kelapa murni dari santan kelapa atau disebut "minyak kelentik" oleh masyarakat Suku Using.

Santan murni dari kelapa akan dipanaskan hingga keluar bagian minyaknya. Bagian minyak dan ampasnya kemudian diangkat dan disaring.

"Bagian air setelah diambil ampas dan minyaknya itulah yang dijadikan jangan loroban, sedangkan ampas kelapanya disebut blotong yang dibuat sambal," jelas Ratih.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help