Surya/

Bupati Banyuwangi Antarkan KTP ke Rumah Warga

Ira Mirnawati, warga Banyuwangi tak menyangka bakal kedatangan tamu istimewa, bupati Abdullah Azwar Anas yang datang untuk mengantarkan KTP-nya.

Bupati Banyuwangi Antarkan KTP ke Rumah Warga
surabaya.tribunnews.com/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (kiri) saat menyerahkan E-KTP milik warga, Selasa (11/7/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengecek proses pengurusan KTP elektronik atau e-KTP di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Selasa (11/7/2017).

Anas mendatangi sejumlah warga yang sedang antre dan menanyakan pengalaman mereka saat melakukan pengurusan e-KTP.

"Saya ingin tahu langsung tentang pelayanan e-KTP. Karena aduan masalah KTP ini cukup banyak," ungkapnya.

Anas juga meminta maaf karena proses pengurusan e-KTP yang memakan waktu cukup lama, karena masih terdapat problem teknis yang terjadi di semua daerah, terutama permasalahan ketersediaan blangko.

Blangko yang turun dari pemerintah pusat terbatas, sedangkan pemohon KTP luar biasa besar.

"Perbandingannya bisa dua kali. Blangko datang 10 biji misalnya, pemohon yang ada 20 orang. Jadi antre. Saya mohon maaf, tapi juga minta dukungan warga untuk pemerintah pusat yang terus bekerja menyempurnakan proses e-KTP. Kami dukung Kementerian Dalam Negeri yang terus menyempurnakan ini,” imbuh Anas.

Berdasar data dari Dispendukcapil, pada Mei 2017 lalu Banyuwangi telah menerima 40.000 blangko e-KTP dari pemerintah pusat. Tapi jumlah itu belum mencukupi, karena pemohon e-KTP sudah mencapai 76.000 orang.

"Saat ini telah tercetak 18 ribu e-KTP yang diprioritaskan bagi pemohon pemula, sesuai arahan Pak Menteri Dalam Negeri. Jadi memang belum semua warga yang menunggu jadinya KTP ini bisa terlayani," papar Anas.

Saat ini, lanjut Anas, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk memberikan pelayanan maksimal terkait KTP. Mulai dari mengantarkan KTP yang telah jadi langsung ke rumah pemohon hingga pencetakan Surat Keterangan yang berfungsi sebagai pengganti sementara KTP yang belum jadi. 

"Kami juga akan segera membuka lima unit khusus yang menangani perekaman hingga pencetakan KTP yang akan ditempatkan di kecamatan tertentu," jelas Anas.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help