Berita Surabaya

Ini Alasan Warga Bisa Puluhan Tahun Tinggal di Bangunan Liar Pandegiling Surabaya

Bangunan liar di sempadan jalan Pandegiling ini memang berjajar sampai ke ujung jalan, sebelum dibongkar.

Ini Alasan Warga Bisa Puluhan Tahun Tinggal di Bangunan Liar Pandegiling Surabaya
surya/fatimatuz zahroh
Warga membongkar dan mengamankan sendiri barang-barangnya saat penbongkaran bangunan liar di Jalan Pandegiling Surabaya, Senin (10/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembongkaran bangunan liar yang dilakukan Pemkot pada Senin (10/7/2017) di Jalan Pandegiling berlangsung dramatis.

Sebab warga sudah puluhan tahun menempati sempadan jalan tersebut dan mendirikan usaha.

Mereka sudah menjadikan bangunan liar itu sebagai mata pencaharian utama mereka untuk mencari nafkah.

Yeni Faridah, salah satunya. Ia mengaku bisa mendirikan bangunan liar juga setelah melapor ke pemerintah kota sekitar 35 tahun yang lalu.

"Rumah saya yang resmi ada di belakang bangunan ini. Dulu saat kakek saya masih ada, bangunan liar yang sekarang jadi toko ini adalah halaman yang luas," ucap Yeni.

Namun, di depan rumahnya, yaitu di Jalan Pandegiling setiap hari dipakai pasar tumpah saat sore hari. Para pedagang berjualan tepat di depan rumahnya.

Lantaran tidak ingin halaman rumahnya terpakai untuk pasar tumpah, maka kakek Yeni berinisiatif untuk mendirikan bangunan di halaman meskipun tanahnya adalah tanah milik Pemkot.

"Saat itu sudah izin ke Pemkot, dan dibolehkan asalkan kalau ada pelebaran jalan ya harus mau," ujarnya mengutip penjelasan keluarganya tentang status bangunan yang saat ini dikelola Yeni.

Singkat cerita bangunan itu akhirnya didirikan oleh keluarga Yeni. Bangunan di atas tanah pemkot itu memiliki luas sekitar 30 meter persegi.

"Selama 35 tahun kami berjualan di sini tidak ada arahan larangan atau peringatan. Baru bulan puasa lalu kami menerima surat peringatan, dan serba mendadak," kata Yeni di sela membereskan barang jualan di toko kelontongnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved