Surya/

Berita Surabaya

Ada Perbaikan Pedestrian, 30 Titik di Surabaya ini Rawan Macet

Kenyamanan warga Surabaya di sejumlah ruas jalan dipastikan terganggu lantaran maraknya pembangunan konstruksi saluran.

SURYA.co.id I SURABAYA – Kenyamanan warga Surabaya di sejumlah ruas jalan dipastikan terganggu lantaran maraknya pembangunan konstruksi saluran.

Setidaknya ada 30 titik pembangunan saluran yang kini sedang dikebut oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya.

Beberapa di antaranya yang saat ini tengah proses pengerjaan ada di Jalan Manyar Kertoarjo, Jalan Dharmawangsa, Jalan Kertajaya, Jalan Manukan, Jalan HR Muhammad, Jalan Demak, Jalan Dharmahusada, dan sejumlah jalan lain.

Untuk membangun saluran ini, DPUBMP membongkar pedestrian yang sudah ada digali dan kemudian dipasang ratusan box culvert.

“Tahun iini memang sedang gencar dilakukan pemeliharaan saluran dan pedestrian. Saluran yang ada pun kita normalisasi agar bisa menampung air lebih banyak,” ucap Kepala Bidang Pengawasan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Ridho Wahab, Sabtu (8/7/2017).

Ia menyebutkan, di atas saluran box culvert akan dibangunkan pedestrian yang lebih luas selebar tiga hingga lima meter.

Dengan tujuan untuk mempercantik Kota Surabaya dan memberikan ruang lebih banyak untuk pejalan kaki.

Dari segi anggaran, disampaikan Ridho, tahun ini dana yang dikeluarkan memang lebih besar, Rp 80 miliar.

Box culvert memang lebih mahal jika dibandingkan menggunakan konstruksi batu kali.

Menurut Ridho, dengan menggunakan struktur box culvert, saluran lebih awet dan penataannya juga lebih cepat.

“Saat ini semua sudah jalan. Lelang sudah dilakukan di 30 titik. Anggaran Rp 80 miliar itu untuk tahun ini saja,” ucapnya.

Selain itu perluasan pedestrian juga dilakukan sebagai proyek sinergis untuk angkutan massal cepat. Nantinya pejalan kaki akan dibuat nyaman dengan berjalan di atas pedestrian yang luas dan juga cantik.

Sebagaimana diketahui, peedestrian yang baru dibangun pemkot memiliki motif keramik yang beragam dan diharapkan bisa membuat pejalan kaki lebih nyaman, dan kota menjadi lebih cantik.

Di sisi lain, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati normalisasi saluran ini penting dilakukan sebagai langkah antisipasi dan penanggulanagan banjir.

“Seperti di kawasan Kertajaya dan Manyar Kertoarjo, belakangan kalau ada hujan deras ada genangan air antri masuk. Nah makanya tahun ini kita bongkari salurannya, kita ganti box agar air masuknya cepat dan tidak ada genangan,” ucap Erna.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help