Surya/

Berita Banyuwangi

Warga Banyuwangi Tak Perlu Repot Tunggu e-KTP, begitu Jadi Langsung Diantar ke Rumah

"Petugas yang akan mendatangi warga, jadi tidak perlu mengambil sendiri di kantor," ujar Anas, Jumat (7/7/2017).

Warga Banyuwangi Tak Perlu Repot Tunggu e-KTP, begitu Jadi Langsung Diantar ke Rumah
surya/haorrahman
Bupati Anas saat meninjau layanan di kantor Dispenduk beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mendistribusikan KTP elektronik (e-KTP) langsung ke rumah warga secara bertahap. Distribusi langsung ke rumah warga ini untuk mempermudah warga dalam pengurusan e-KTP yang prosesnya cukup lama karena permasalahan teknis blanko dari pemerintah pusat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sejak sepekan terakhir, sebagian masyarakat sudah menerima e-KTP yang diantar langsung ke rumahnya oleh lurahnya masing-masing. Program ini dimulai dari Kecamatan Banyuwangi.

"Petugas yang akan mendatangi warga, jadi tidak perlu mengambil sendiri di kantor," ujar Anas, Jumat (7/7/2017).

Anas sekaligus juga meminta maaf karena proses pengurusan e-KTP yang memakan waktu cukup lama.

"Saya mohon maaf karena memang ada problem teknis terkait e-KTP. Dan ini dialami oleh hampir seluruh daerah di Indonesia," ujar Anas.

Anas mengatakan, perlu dipahami bahwa e-KTP saat ini prosesnya terus disempurnakan oleh pemerintah pusat.
Indonesia tercatat baru pertama kali merintis model administrasi kependudukan berupa e-KTP tersebut, di mana semua data dikonsolidasikan di Jakarta.

"Ini berbeda dengan dulu, di mana KTP cukup diproses di daerah, sehingga relatif lebih cepat. Tapi bagaimana pun juga e-KTP ini sangat penting. Tantangan teknisnya memang tidak mudah, tapi akan sangat berguna karena semua data penduduk se-Indonesia terekam dengan baik," ujar Anas seraya meminta warga untuk mendukung pemerintah pusat yang terus bekerja keras menyempurnakan proses pelayanan e-KTP ini.

Tantangan lainnya, sambung Anas, adalah soal blanko. Banyuwangi pada Mei lalu telah menerima 40.000 blanko e-KTP dari pemerintah pusat.

Tapi jumlah itu belum mencukupi, karena pemohon e-KTP sudah mencapai 76.000 orang. Itu pun belum termasuk penduduk yang melakukan perubahan data di e-KTP.

"Maka sesuai arahan dari Pak Menteri Dalam Negeri, blanko yang sudah datang dari pusat ini diprioritaskan bagi pemohon pemula. Jadi memang belum semua warga yang menunggu jadinya e-KTP ini bisa terlayani. Semoga bisa segera beres, dan tidak lama lagi Banyuwangi bisa dapat blanko dalam jumlah yang lebih besar," papar Anas.

Dia menambahkan, untuk warga yang belum mendapatkan e-KTP, bisa mendapat Surat Keterangan (Surket) pengganti e-KTP yang fungsinya sama seperti e-KTP. Pengurusan Surket ini cukup di kantor kecamatan.

Camat Banyuwangi Yusdi Irawan mengatakan, layanan antar e-KTP ke rumah warga telah dilaksanakan seluruh kelurahan di wilayahnya. Prosedurnya, KTP yang telah dicetak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan dikirimkan ke kecamatan, lalu kecamatan meneruskan ke kelurahan.

"Pihak kelurahan yang mengantarkan KTP tersebut ke rumah-rumah warga. Kami telah menginstruksikan kepada seluruh Lurah untuk melaksanakan layanan antar KTP ini,” kata Yusdi.‎

Salah satu penerima layanan antar e-KTP adalah Aldy Priyo Jatmiko (18), warga Kelurahan Sobo.
“Alhamdulillah KTP-nya diantar kerumah. Layanan ini sangat bagus sekali karena saya tidak perlu repot-repot datang ke kantor pemerintah untuk mengambil KTP,” kata Aldy.

Aldy merupakan pemohon e-KTP pertama kali yang menjadi prioritas pencetakan KTP sebagaimana arahan Kementerian Dalam Negeri.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help