Surya/

Citizen Reporter

Mewariskan Batik dan Literasi Kultural Kepada anak Muda

jika tidak dikenalkan sedari sekarang, bisa jadi kelak generasi muda Indonesia belajar membatik dari negara lain ...

Mewariskan Batik dan Literasi Kultural Kepada anak Muda
pixabay
ilustrasi 

 
 

Reportase Hutri Agustino
Dosen Universitas Muhammadiyah Malang/Pendiri Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara Kabupaten Malang

 

PONDOK Sinau Lentera Anak Nusantara, sebagai salah satu pusat gerakan literasi tematik berbasis pemberdayaan masyarakat, menggelar pelatihan pembuatan batik tulis, Minggu (18/6).

Kegiatan terasa istimewa karena menghadirkan Flavia Butu, tentor dari Rumania. Flavia yang pernah belajar membatik selama satu tahun di Yogyakarta, hadir didampingi Setyorini, dosen STMIK-ASIA.

Pelatihan pembuatan batik tulis menjadi salah satu tema yang diangkat, karena tren globalisasi selalu mengarah pada mekanisme pembaratan, baik dalam arti fisik maupun non-fisik.

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk literasi kultural agar generasi muda bangsa dapat melek budaya. Dengan begitu, kekuatan kaum muda sebagai representasi bonus demografi tersebut tak mudah terombang-ambing pengaruh budaya asing.

Hal tersebut akhirnya mengingatkan pada ajaran sakral Bung Karno yang populer disebut Trisakti, yakni: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya.

Artinya, cetak biru eksistensi kepribadian bagi bangsa yang multikultural ini adalah budaya yang memang berkualitas ditinjau dari berbagai sudut pandang obyektif.

Batik hanya salah satu eksemplar kecil yang motifnya saja sudah mencerminkan kepribadian adiluhung.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help