Surya/

Berita Jombang

Hampir Dua Pekan Tak Sadar, Siswa SMP di Jombang Diduga Korban Pengeroyokan, begini Kondisinya

"Kami temukan barang bukti berupa batu bata di lokasi, dan satu unit sepeda motor serta pakaian,” ujar Norman.

Hampir Dua Pekan Tak Sadar, Siswa SMP di Jombang Diduga Korban Pengeroyokan, begini Kondisinya
surya/sutono
Korban Rahmat Kristianandar masih tergeletak tak sadarkan diri di Pavilium Asoka RSUD Jombang, Kamis (6/7/2017). 

SURYA.co.id | JOMBANG - Sudah dua pekan, Rahmat Kristianandar (16), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang terbaring tak sadarkan diri di RSUD setempat.

Dia terbaring tak berdaya di RSUD itu setelah pelajar SMP ini diduga menjadi korban pengeroyokan pada hari Jumat (23/6/2017) lalu.

Hingga Kamis (6/7/2017) korban tergeletak tak berdaya di ruang Pavilium Asoka RSUD Jombang. Hanya terbaring dengan alat bantu pernafasan menempel di dua lubang hidungnya.

Selama dirawat inap, remaja yang biasa disapa Mamad itu ditemani Kastinah (58), ibunda korban, bersama seorang kerabatnya.

"Sudah sekitar dua pekan di RSUD. Sejak dioperasi lalu dirawat di ruang khusus. Kemudian dipindah ke paviliun Asoka ini, dia belum sekalipun siuman. Jadi kami belum bisa komunikasi dengan Mamad," kata Kastinah, Kamis (6/7/2017).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, putra bungsunya itu berangkat bersama tiga teman sebayanya pergi memancing ikan di salah satu kolam pancing, tak jauh dari rumahnya.

"Dua hari berturut-turut dia mancing. Katanya, ikan hasil mancing itu untuk perayaan ulang tahunnya 25 Juni," jelas janda ini.

Namun Kastinah kaget, tahu-tahu mendapat kabar anaknya dibawa ke RSUD. "Itu terjadi besoknya, dini hari. Katanya Mamad dikeroyok orang di jalan raya Desa Grogol (Kecamatan Diwek), dan dibawa ke rumah sakit," lanjutnya.

Kini, ia beserta keluarganya hanya berharap para pelakunya segera ditangkap.

”Iya, harapannya Mamad segera sembuh dan semua pelakunya ditangkap,” harap Kastinah.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat membenarkan adanya laporan pengeroyokan yang menimpa Mamad.

Norman mengaku sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus ini.

"Kami temukan barang bukti berupa batu bata di lokasi, dan satu unit sepeda motor serta pakaian,” ujar Norman. Dia mengaku sudah mengetahui identitas pelaku.

Karena itu ia mengimbau para pelaku menyerahkan diri. Sebab kalau tidak, akan dilakukan tindakan tegas jika tertangkap.

Penulis: Sutono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help