Surya/

Berita Banyuwangi

Menikmati Panorama Kaki Gunung Ijen di Banyuwangi Ijen Green Run 2017

Suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan juga akan menambah warna warni Banyuwangi Ijen Green Run kali ini.

Menikmati Panorama Kaki Gunung Ijen di Banyuwangi Ijen Green Run 2017
Banyuwangi International Ijen Green Run kembali digelar tahun ini. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar ajang wisata yang dibalut dengan event olahraga (sport tourism), Banyuwangi International Ijen Green Run, Minggu (23/7/2017).

Ajang yang sudah digelar untuk kali kedua ini memadukan konsep olahraga lari dengan rute alam bebas (trail run) di kaki Gunung Ijen.

”Di tahun kedua ini, kami menyiapkan rute yang lebih menantang. Para peserta akan ditantang dengan rute tanjakan serta melintasi berbagai bentang alam kawasan Gunung Ijen Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (5/7/2017).

Para pelari akan melintasi lereng, tanjakan curam, belantara perkebunan cengkeh, hutan mahoni, lansekap sawah nan hijau, dan menyeberangi sungai dengan latar Pegunungan Ijen yang menjulang gagah.

Tak hanya menyuguhkan bentang alam yang hijau dan menakjubkan, suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan juga akan menambah warna warni Banyuwangi Ijen Green Run kali ini.

Di beberapa titik peserta bisa menikmati suasana pedesaaan sekaligus melihat warga yang mengolah komoditas perkebunan.

”Bisa dibayangkan asyiknya. Berolahraga di kaki gunung dengan menaklukkan tanjakannya, lalu melintasi hulu sungai dari mata air Ijen. Belum lagi mata disejukkan dengan pemandangan terasering sawah yang membentang kehijauan. Pokoknya lengkap, dari perkebunan, hutan, alam perdesaan, sampai melintasi sungai,” ujar Anas.

Anas menambahkan, 23 Juli sengaja dipilih karena Banyuwangi ingin memberikan suguhan yang komplit kepada para peserta.

Malam hari sebelum pelaksanaan, akan disuguhkan Lalare Orchestra yang juga merupakan agenda Banyuwangi Festival.

Lalare Orchestra, yang diperkuat anak-anak Banyuwangi dan menyajikan musik tradisional, telah mendapat penghargaan tingkat dunia dari Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Wawan Yadmadi mengatakan, Banyuwangi Ijen Green Run terbagi dalam tiga kategori, yaitu kelas 5 KM, 15 KM, dan 27 KM.

”Semua bisa mengikuti ajang ini, baik dari kalangan profesional, komunitas, penghobi, atau penggembira. Untuk bisa mengikutinya, para calon peserta bisa langsung mendaftar melalui website resmi panitia Banyuwangi Ijen Green Run di www.ijenbwigreenrun.com. Kami menyediakan hadiah sebesar Rp 55 juta," tutur Wawan.

Wawan, pelaksanaan lomba ini dirancang dengan serius. Meski medan yang disuguhkan cukup menantang dengan trek naik turun, para peserta akan mendapatkan perlindungan maksimal.

"Sepanjang rute akan disediakan pos-pos kesehatan bagi para peserta yang kemungkinan mengalami kelelahan. Titik-titik istirahat juga kami siapkan di sepanjang rute," papar Wawan.

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help