Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

10 Saham Unggulan Pilihan Bahana Sekuritas Sejalan dengan Optimisme Perekonomian

Saat ini, indeks berada pada kisaran 5.860, sementara itu PT Bahana Sekuritas memperkirakan indeks bakal melesat ke level 6.300.

10 Saham Unggulan Pilihan Bahana Sekuritas Sejalan dengan Optimisme Perekonomian
antara
Bayangan pekerja melintas di depan layar monitor informasi tentang pergerakan perdagangan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/2/2014). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sentimen positif mewarnai pasar saham Indonesia setelah libur Lebaran usai. Meski angka inflasi melebihi perkiraan pasar, hal ini tidak mengurangi keoptimisan investor di pasar saham.

"Apalagi Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke bursa saham pada awal perdagangan usai Idul Fitri yang lalu, memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal tembus level 6.000," kata Harry SU, Kepala Riset Bahana Sekuritas, Rabu (5/7/2017).

Saat ini, indeks berada pada kisaran 5.860, sementara itu PT Bahana Sekuritas memperkirakan indeks bakal melesat ke level 6.300, setelah bulan lalu lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors menaikkan rating Indonesia ke investment grade, disusul kemudian Moody's meningkatkan outlook dari stabil menjadi positif.

Dalam kunjungannya ke bursa saham Presiden Jokowi juga mendorong perusahaan Indonesia yang sudah mengembangkan sayap ke bursa luar negeri untuk juga mencatatkan diri di bursa saham dalam negeri.

Di saat yang sama, presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia juga menekankan beberapa hal positif yang mendorong optimisme pasar.

Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal dua tahun ini bakal lebih baik dibanding pencapaian kuartal pertama yang tumbuh 5,01 persen meskipun belanja pemerintah diperkirakan belum optimal karena adanya libur Lebaran dan konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh biaya keperluan anak sekolah pada bulan Juli ini.

Pemerintah pun merevisi target pertumbuhan gross domestik produk (GDP) menjadi 5,2 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen untuk sepanjang 2017.

Sementara itu PT Bahana Sekuritas masih meyakini GDP akan tumbuh 5,3 persen pada tahun ini, didukung oleh konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, dan meningkat nya belanja pemerintah pada kuartal III dan IV.

Angka inflasi setiap tahunnya terus mengalami penurunan, pada tahun ini bank sentral memperkirakan inflasi maksimal berada di level 5 persen.

"Sedangkan tahun depan ditargetkan inflasi akan berada pada kisaran 2,5 persen - 4,5 persen, bulan lalu karena faktor musiman Lebaran, inflasi naik menjadi 4,37 persen secara tahunan terutama karena naiknya ongkos transportasi dan harga pakaian saat Idul Fitri," lanjut Harry.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help