Berita Sumenep Madura

Bocah 12 Tahun ini Histeris Usai Pemuda Pengangguran Merenggut Keperawanannya lalu. . .

Enak-enak di Rumah, Tiba-tiba Bocah ini Didatangi Pemuda Lalu Dipaksa Memenuhi Nafsu Bejatnya. Dimana Orangtuanya?

Bocah 12 Tahun ini Histeris Usai Pemuda Pengangguran Merenggut Keperawanannya lalu. . .
net
Ilustrasi Pencabulan. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Supriyanto alias Supriyadi (23), pemuda pengangguran warga Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, tega memperkosa TIna (12) (bukan nama sebenarnya), juga warga Pulau Sapudi, yang masih berstatus pelajar SMP. 

Pelaku dan sejumlah barang bukti kini ditangkap petugas Polsek Sepudi.

Sedangkan korban, kini sedang menjalani pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi menjelaskan, peristiwa pemerkosaan itu dilakukan di rumah korban saat korban sedang sendirian di rumahnya.

Remaja itu seorang diri di rumah karena kedua orangtuanya sedang bekerja. 

Pelaku yang diduga memang punya niat bejat, lalu mendatangi rumah korban dan memaksa korban melayani nafsu birahinya untuk melakukan layaknya suami istri.

" Korban sempat menolak dan berusaha menghindar dari rencana jahat pelaku. Namun korban yang gemetaran karena diancam akan dibunuh, akhirnga merelakan kehormatannya dirampas pelaku," ujar Suwardi, Minggu (2/7/2017).

Usai memperkosa, pelaku lalu kabur meninggalkan korban yang tergolek dan menangis tersedu-sedu di kamar miliknya. HIngga akhirnya kedua orang tuanya datang dan menemukan korban masih terus menangis.

Kedua orang tuanya sangat terkejut dan terpukul hatinya, ketika mendengar korban baru saja diperkosa oleh Supriyanto alias Supriyadi pemuda yang tidak dikenal orang tuanya.

"Karena mendapat pengakuan itu, akhirnya kedua orang tuanya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sapudi dan dilanjutkan dengan pengejaran dan penangkapan pelaku," sambung Suwardi.

Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan langsung dikeler petugas ke Polsek Sapudi dan selanjutkan pelaku akan dibawa ke Polres Sumenep untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

"Pelaku bakal dijerat pasal 81, 82 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved