Surya/

Profil

Alief Faramdhani: Obsesi di Dunia Musik

“Musik itu seperti magic. Lewat musik kita bisa menyatukan dunia, dengan musik orang bisa gembira, dengan musik orang juga bisa menunjukkan karyanya.”

Alief Faramdhani: Obsesi di Dunia Musik
surya/ahmad pramudito
Alief Faramdhani 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usia Alief Faramdhani memang masih muda. Bungsu dari dua bersaudara ini baru menginjak 17 tahun pada tanggal 28 Desember nanti.

Karena itu, gadis yang akrab disapa Fara ini bertekad memanfaatkan kemampuan yang dia miliki untuk menggapai mimpinya, meniti karir di dunia seni. Alasan itu pula yang membuat Fara mengasah bakat bermusik lewat les vokal maupun les memainkan alat musik seperti les gitar, cello, dan piano.

Saat sekolah tingkat SMA, Fara pun lebih memilih sekolah Jurusan Musik di SMK Negeri 12 Surabaya.

“Musik itu seperti magic. Lewat musik kita bisa menyatukan dunia, dengan musik orang bisa gembira, dengan musik orang juga bisa menunjukkan karyanya,” begitu tegasnya.

Meski menguasai beberapa alat musik, Fara lebih banyak bernyanyi solo. Keikutsertaannya dalam grup musik hanya sesekali saat gabung dalam salah satu orchestra di Surabaya.

"Seringnya memang nyanyi solo tapi show untuk orchestra juga lumayan rutin. Biasanya tiap tahun ngisi di Grahadi untuk berbagai acara misal tiap tanggal 17 Agustus," tuturnya.

Terobsesi oleh keinginan berkarir di dunia musik pula yang membuat Fara antusias ketika diberi tahu temannya mengenai ajang pencarian bakat The Next Boy/Girl Band. Tetapi, lantaran info yang disampaikan mendadak, maka persiapnya pun seadanya.

"Sebetulnya waktu itu aku sudah pakai baju mau berangkat sekolah, terus lihat HP ada info dari teman. Aku lalu putuskan ikut audisi,” begitu kisahnya.

Alhasil, perjalanan Fara hari itu tidak jadi ke sekolah melainkan ke lokasi audisi. Namun, waktu itu dia tidak lupa untuk minta ijin pada pihak sekolah dan menyampaikan alasannya, yaitu ingin ikut audisi The Next Boy/Girl Band.

Beruntung pihak sekolah bisa memaklumi. Dan ternyata Dewi Fortuna berpihak padanya. Pengorbanannya hari itu tidak sia-sia. Setelah melalui tahapan audisi dia diberi tahu panitia bahwa dia lolos ke tahap berikutnya, audisi lanjutan di Jakarta.

Konsekuensinya, Fara harus mempersiapkan diri lebih baik untuk bersaing dengan kontestan lain hingga ke babak final.

“Saya akan rutin berlatih, ikuti saran mentor, dan jaga kesehatan dengan istirahat cukup,” ucap penyuka musik country ini saat ditanya mengenai strategi agar lolos di tingkat Jakarta.

Yang paling berat dan harus dia kuasai adalah kemampuan pecah suara. Selain itu juga bernyanyi dalam kondisi apapun sambil ngedance.

"Aku ingin menginspirasi banyak orang. Karena itu ikut audisi ini supaya orang lain punya semangat yang sama untuk berkembang di bidang musik," pungkasnya.

Program The Next Boy/Girl Band menghadirkan tiga juri, yakni Gamaliel, Widi Mulia dan Melly Goeslow.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help