Simulasi Pendaftaran PPDB Masih Bermasalah, Wali Murid Banjiri Facebook Kadindik Dengan Keluhan

Sejumlah wali murid membanjiri akun Facebook Kepala Dinas Pendidikan Jatim dengan keluhan seputar simulasi PPDB yang dianggap masih kacau.

Simulasi Pendaftaran PPDB Masih Bermasalah, Wali Murid Banjiri Facebook Kadindik Dengan Keluhan
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA – Dinas Pendidikan Jatim mengumumkan pembukaan simulasi atau latihan pendaftaran pada hari ini, Sabtu (1/7/2017) hingga 2 Juli 2017 Pukul 18.00 WIB.

Simulasi ini sama persis dengan pendaftaran resmi yang akan dimulai tanggal 3 Juli 2017.

Bahkan proses simulasi mencakup juga cara cetak bukti latihan pendaftaran PPDB.

Berdasarkan pantauan SURYA.co.id, hingga pukul 14.00, simulasi ini sudah diikuti oleh banyak pendaftar. Dan paling banyak mendominasi pendaftaran SMA yang terpantau melalui rekap latihan pendaftaran SMA ataupun SMK.

Dari hasil simulasi itu, sejumlah wali murid menyampaikan keluhan simulasi yang dianggap sama persis dengan PPDB pada 3 Juli tersebut pada akun Facebook Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman.

Seperti yang disampaikan akun Eunike Lois.

Lewat Facebook, dia mengungkapkan telah mencoba latihan pendaftaran online. Dirinya memiilih pilihan pertama SMAN 5 dan pilihan kedua SMAN 2, tetapi hasil cetak bukti latihan pendaftaran pilihan ke-1 menjadi SMAN 2 sedangkan pilihan ke-2 jadi SMAN 5.

“Bagaimana pak kan sudah dekat waktu pendaftaran resminya,” keluhnya dalam kolom komentar status Ssaiful Rachman yang mengumumkan dibukanya kembali simulasi PPDB,Sabtu (1/7/2017) siang.

Komentar Eunike ini diamini banyak netizen lain yang mengaku melakukan latihan pendaftaran. Selain itu, keluhan belum dilakukan perangkingan pada simulasi pendaftaran ini juga disampaikan netizen. Bersamaan juga dengan komentar yang menegaskan Juknis PPDB seperti disampaikan akun Wiji Saksono.

“Urutan yang ada sekarang berdasarkan urutan waktu pendaftaran, seharusnya urutan berdasarkan seleksi sekolah yang ada di juknis. Yakni urutan berdasarkan nilai UN tertinggi sampe terendah. Dan yang terendah pagu akhir yang UN sama selanjutnya berdasarkan nilai akademis dan terakhir berdasarkan waktu pendaftaran,” tulisnya dalam kolom komentar tersebut.

Keluhan ini tidak hanya disampaikan oleh pendaftar PPDB SMA di Surabaya, melainkan beberapa wilayah lain seperti Malang hingga Jember.

Tigor Tambunan, perwakilan Masyarakat peduli PPDB Jatim 2017 melihat masyarakat memang cukup antusias melakukan simulasi PPDB Jatim. Ia mengungkapkan dalam simulasi ditemukan bebrapa teknis yang meresahkan wali murid. Pertama yaitu ada hasil print out (bukti cetak latihan pendaftaran) yang tidak sesuai dengan tampilan di layar (pilihan 1 dan pilihan 2 terbalik).

“Yang kedua data pendaftar per SMA tidak urut berdasarkan NUN, tetapi berdasarkan waktu latihan. Semoga ini karena latihan, karena idealnya, simulasi sudah mencerminkan kondisi di hari H,” lanjutnya.

Dikatakannya, jika simulasi sama halnya dengan saat pendaftaran hari H, maka pendaftar tidak akan tahu yang jadi pegangan yang mana. Apakah pemilihan sekolah di website atau bukti cetak. Selain itu pendaftar juga tidak dapat memantau data yang tersimpan di database yang mana

“Sebahai bahan masukan dan evaluasi, pendaftar harus terus melakukan simulasid an meakukan capture hasil simulasi jika ditemukan hal-hal yang berpotensi jadi masalah. Semoga bisa dimanfaatkan dinas untuk melihat potensi masalah teknis,” lanjutnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help