Setelah Padi, Gedung Balai Kota Surabaya Juga Akan Ditanami Semanggi

Tak cukup dengan menanam padi di gedung Balai Kota, Wali Kota Surabaya juga akan menanam semanggi di gedung tersebut. Ternyata, ini tujuannya.

Setelah Padi, Gedung Balai Kota Surabaya Juga Akan Ditanami Semanggi
Surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kepala DKPP Kota Surabaya menyiapkan ratusan bibit semanggi untuk ditanam di atas gedung Balai Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penerapan konsep green building sekaligus membangun taman vertikal terus dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.

Setelah menanam padi di lantai dua Gedung Balai Kota, pascalebaran mereka juga akan melakukan penanaman semanggi

Kepala DKKP, Djoestamadji menyebutkan, ratusan bibit tanaman semanggi itu saat ini sedang disemai di kantor DKKP.

Setelah padi di gedung Balai Kota dipanen, akan diganti dan ditambah juga dengan tanaman semanggi.

"Ini yang meminta langsung Bu Walu Kota Tri Rismaharini. Makanya sekarang kita buat bibitnya dulu lalu ditanam di lantai dua," ucap Djoestamadji, Sabtu (1/7/2017).

Ia menyebutkan, lahan yang disiapkan memang tidak besar. Hanya 24 meter persegi. Atau ukuran petak tanah enam meter kali empat meter. Yang kini sudah terpasang di lantai dua balai kota.

"Kalau semanggi panennya akan lebih cepat. Dan harus rajin disemai. Kalau sudah hijau harus dipanen agar tidak menguning dan merusak yang lain," katanya.

Menurutnya, saat ini Balai Kota Surabaya sudah ditanami dengan banyak produk pertanian. Selain pagi di depan lobi juga ada tanaman kol, terong dan juga cabai.

Itu dilakukan untuk mengembangkan budidaya tanaman produktif di gedung pemerintahan.

"Hanya saja, kendalanya kalau menanam di atas lantai dua itu banyak hama burung. Kan di sana banyak burung. Padinya sering dimakan," ucap pria yang juga mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan ini.

Ke depan, akan diberi jaring di atas petak lahan di lantai dua agar terhindar dari hama burung. Agar hasil panennya lebih produktif.

Selama ini hasil panennya cukup besar. Sampai hampir sepuluh kilogram padi.

"Kalau semanggi ya nanti dipakai untuk makanan khas Surabaya, daunnya yany dipanen. Balai Kota kan khasnya Surabaya, makanya juga ditanami produk pertanian yang khas juga," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved