Berita Surabaya

Air PDAM Surabaya Bocor Hingga 26 Persen, ini Janji Dirut yang Baru

Tingginya kebocoran air bisa menyebabkan menurunnya pendapatan sehingga hilangnya air bersih yang sudah diproduksi harus dikurangi agar...

Air PDAM Surabaya Bocor Hingga 26 Persen, ini Janji Dirut yang Baru
kontan.co.id
Ilustrasi petugas membetulkan saluran pipa air PDAM 

SURYA.co.id I SURABAYA - Tingginya angka kebocoran air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada menjadi pekerjaan rumah terbesar direktur utama yang baru dilantik akhir bulan lalu.

Angka kebocoran air PDAM Surya Sembada masih mencapai 26 persen.

Artinya setiap produksi air PDAM hilang sebanyak 26 persen sehingga pendapatan perusahaan daerah plat merah itu juga ikut hilang sebanyak 26 persen.

"Sesuai standar seharusnya non revenue water (NRW) di bawah 20 persen. Kami akan coba menurunkan angka kebocoran air itu," ucap Dirut PDAM, Mujiaman, Sabtu (1/7/2017).

Ia menyebutkan, tingginya kebocoran air bisa menyebabkan menurunnya pendapatan sehingga hilangnya air bersih yang sudah diproduksi harus dikurangi agar tidak membuat rugi perusahaan.

"Kami akan membuat distrik meter yang bisa memonitor tekanan secara serentak sehingga bisa diketahui titik-titik mana saja yang mengalami bocor dan bisa kami atasi," ucapnya.

Tidak hanya itu ia juga akan memasang sejumlah reseorvoar agar bisa meratakan tekanan.

Menurutnya hilangnya air tidak menjadi pemasukan uang untuk perusahaan tidak hanya dikarenakan kebocoran pipa. Melainkan juga bisa flushing atau pembersihan pipa dan juga adanya pembenahan pipa.

Ia menargetkan dalam tahun pertama NRW bisa diturunkan sampai di bawah 20 persen. "Kami berupaya agar bisa menurunkan NRW sampai standar dunia di bawah 20 persen," ucapnya.

Soal kualitas, ia mengakui ada sejumlah tempat yang masih mendapatkan kualitas air yang buruk. Misalnya keruh. Seperti di kawasan Surabaya barat yang jauh dari instalasi pengeolahan air.

"Ke depan kami akan membuat program zona air minun prima. Saya belum bisa katakan lokasinya dimana namun harus ada pemetaan," katanya.

Misalnya harus benar-benar di wilayah yang masyarakatnya mampu membeli air dengan kualitas prima. Serta wilayah yang memang selama ini membutuhkan kualitas air lebih baik.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help