Surya/

Citizen Reporter

Patriot Plasma Kapal Pemungut Sampah Otomatis

miniatur kapal tanker itu diberi nama Patriot Plasma, kapal yang sanggup mendeteksi sampah dan kemudian menjangkau dengan lengannya untuk diangkut ...

Patriot Plasma Kapal Pemungut Sampah Otomatis
teguh dewangga/citizen eporter
Kapal pengangkut sampah otomatis, patriot plasma 

Reportase Teguh Ddewangga
Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang

MASALAH sampah semakin hari kian mengkhawatirkan. Berbagai terobosan dibuat untuk menanggulanginya. Seperti karya inovatif buatan mahasiswa mesin Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Patriot Plasma, sebutan untuk kapal pengangkut sampah otomatis menjawab tantangan penyelesaian permasalahan sampah di perairan.

Kapal pemungut sampah tersebut bekerja otomatis mengambil sampah yang ada di permukaan air. Terutama sampah plastik yang karakteristiknya ringan dan mengambang.

“Bentuknya menyerupai kapal tanker karena konstruksi kapal tersebut memungkinkannya menampung sampah dalam jumlah banyak,” ujar Kunti, ketua tim.

Beban maksimal yang dapat diangkat oleh lengan kapal seberat 1,5 kilogram, dengan lambung kapal yang mampu menampung sampah hingga 10 kilogram.  

“Kapal kami memang masih dalam bentuk prototipe, namun jika dibuat dengan rasio yang lebih besar, tentu saja beban yang mampu diangkut akan lebih dari 10 kilogram,” tambah Dani, desainer Patriot Plasma.

Pengoperasiannya juga cukup mudah karena telah terintegrasi sistem elektronik otomatis, sehingga saat di permukaan air terdapat sampah yang mengambang, akan dideteksi sensor dan kapal akan bergerak menuju sampah.

Saat sampah telah berada dalam jangkauan, lengan kapal akan secara otomatis mengambil sampah dan memasukkanya ke dalam lambung kapal.

Yusuf, anggota tim menambahkan, kapal juga dapat dioperasikan secara manual. Remote kontrol dapat menggerakkan kapal dari jauh jika suatu saat terjadi kendala pada sistem otomatisnya.

Tim harus melalui proses panjang dalam pembuatannya. Sejak proses desain, mereka harus memperhitungkan beban maksimal yang bisa diangkut kapal. Begitu pula dengan perhitungan rentang dan kekuatan lengan kapal saat proses pengambilan sampah di permukaan air harus benar-benar kuat dan aman.

Tahap pembuatan kapal juga menjadi titik krusial karena harus dibuat secara presisi. Tim mendapat bimbingan Sukarni, dosen teknik mesin untuk mengoptimalkan sistem kerja Patriot Plasma.

Tentu karya ini tak berhenti pada proses pembuatan, mereka mempunyai keinginan untuk membantu pemerintah khususnya dinas perairan dalam menanggulangi jumlah sampah plastik yang ada di perairan.

Karena sejatinya inovasi mahasiswa tidak saja berhenti dalam bingkai prestasi, namun juga harus memiliki kebermanfaatan yang berkelanjutan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help