Surya/

Berita Surabaya

Musim Kemarau, Pasokan Air Baku Menurun, Biaya Produksi Air Bersih PDAM Meningkat

Seiring dengan musim kemarau, air baku sungai Surabaya menurun hingga menyebabkan dampak pada produksi air bersih PDAM.

Musim Kemarau, Pasokan Air Baku Menurun, Biaya Produksi Air Bersih PDAM Meningkat
surya/ahmad zaimul haq
Petugas melakukan pengecekan di proses aerasi air baku di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang, di kawasan Jl Raya Mastrip, Waru Gunung, Selasa (1/3). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya mengeluhkan adanya menurunnya kualitas pasokan air baku dari jasa tirta.

Pasalnya seiring dengan musim kemarau, air baku sungai Surabaya menurun hingga menyebabkan dampak pada produksi air bersih PDAM.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Mujiaman menuturkan, salah satu dampak yang paling terasa adalah menurunnya kualitas air baku.

"Air bakunya menjadi keruh. Yang tentu saja berdampak langsung pada proses produksi air bersih kita, kami harus ekstra effort untuk memproduksi air bersih," ucapnya, Jumat (23/6/2017).

Ia menuturkan, memang untuk jumlah air baku yang masuk tidak sampai ada pengurangan, namun kualitasnya masih jauh di bawah standar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka PDAM harus mengeluatkan ekstra tenaga guna mengolah air baku menjadi air bersih.

"Kita setiap hari ada pengecekan kondisi air baku. Kalau akhir-akhir ini kami jadi sering melakukan simulasi formula dalam proses produksi dengan menggunakan bahan kimia koagulan," ucap Mujiaman.

Menurutnya, penggunaan koagulan itu bisa meningkat sampai 30 persen dari proses biasanya.

Itu dilakukan lantaran keruhnya air baku yang dibeli dari jasa tirta oleh PDAM.

Meski adanya tenaga ekstra dalam pengolahan air baku dan membuat biaya produksi membengkak, namun PDAM tidak akan menaikkan tarif untuk PDAM.

Mereka masih fokus dengan upaya agar warga Surabaya tidak sampai kekurangan suplai air bersih.

"Dengan kondisi ini, tidak akan ada penurunan debit untuk pelanggan. Dampaknya hanya seputar kualitas air baku yang akan kami olah," pungkas Mujiaman.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help