Surya/

Liputan Mudik 2017

H-2 Idul Fitri, Arus Mudik Via Laut Terpantau Masih Lengang

Hingga H-2 Idul Fitri, gelombang pemudik yang menggunakan moda transportasi laut masih terbilang sepi.

H-2 Idul Fitri, Arus Mudik Via Laut Terpantau Masih Lengang
Surabaya.tribunnews.com/Aflahul Abidin
Hingga H-2 Lebaran, jumlah pemudik yang menggunakan jasa kapal laut di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, masih minim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Suasana Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di Gapura Surya Nusantara (GSN) terbilang lengang di hari H-2 Idul Fitri, Jumat (23/6/2017).

Sebelumnya, lonjakan tertinggi terjadi pada H-3 dengan 53.217 penumpang turun dan naik. Sementara pada H-4 sebanyak 47.382, dan H-5 sebanyak 39.335.

Laporan jumlah itu dipajang di papan yang berada dekat dengan Poskotis Satuan Tugas Pengamanan dan Kelancaran Lebaran 2017. Informasi yang terpampang mulai H-12.

Diprediksikan aktivitas di Dermaga  Jamrud Tanjung Perak Surabaya untuk arus mudik akan lebih pada dua hari ke depan alias  di H-1 dan hari H mudik Lebaran. Prediksi itu diprakirakan bakal berlanjut hingga hari ketiga.

"Tol laut dan penambahan jalur mempangaruhi penurunan kepadatan," kata Tim Satgas Puskotis di GSN, Rachmad Hidayat, ketika berada di pinggir dermaga memantau kedatangan kapal dari Kalimantan, Jumat.

Ia menyebut, penurunan kepadatan arus mudik tak signifikan, hanya sekitar 7 persen. Selain hal-hal yang sudah disebut, penyebab lain yakni adanya tambahan kapal-kapal untuk arus mudik Lebaran 2017.

Rachmad juga menduga, fasilitas mudik gratis via darat yang disediakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur juga berpengaruh. Banyaknya peminat mudik gratis membuat kepadatan berkurang.

Jumat sore itu, KM Selvi Pratiwi yang menumangi 143 pemudik diberangkatkan di Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal tujuan Masalembu itu termasuk fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah.

Menurut Rachmad, kapal itu notabenenya berangkat sehari sebelumnya. Gangguan cuaca buruk mengakibatkan keberangkatan diundur.

Pantauan di lokasi, para penumpang sudah berjubel di dalam kapal yang siap berangkat itu. Mereka tanpak duduk-duduk, selonjoran, bahkan ada yang berdiri. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help