Pengerjaannya Dikebut, Rel Trem Surabaya Terpasang September 2017

Pembangunan fasilitas transportasi trem di Surabaya semakin mendapat kejelasan. Target paling cepat, September 2017 rel sudah terpasang.

Pengerjaannya Dikebut, Rel Trem Surabaya Terpasang September 2017
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kepala Bappeko Surabaya, Agus Imam Sonhaji bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menandai lokasi pemberhentian trem di Jalan Tunjungan, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keinginan Pemerintah Kota Surabaya untuk segera mewujudkan transportasi trem mendapat sambutan baik dari pemerintah pusat. 

Pasalnya, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah menargetkan pengerjaan angkutan massal cepat berupa trem di Kota Surabaya akan selesai sebelum tahun 2020.

Untuk merealisasi target tersebut, pemerintah akan bergerak cepat setelah lebaran nanti. Beberapa tahapan penyelesaian pengerjaan trem yang akan dibangun dari jalur utara-selatan, siap dikebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, Pemkot Surabaya bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan juga PT KAI, telah bertemu untuk membahas percepatan pengerjaan trem.

“Dari pertemuan tersebut, paling tidak Juli nanti akan mulai digelar lelang trem untuk anggaran yang sudah ada. Untuk lelangnya, mereka yang melaksanakan,” tegas Agus, Rabu (21/6/2017)

Menurutnya proses lelang tersebut kemungkinan memakan waktu 1,5 bulan. Berikutnya, setelah didapat pemenang dan tanda tangan kontrak, pemenang lelang akan melakukan pengecekan lapangan (cek fisik) untuk pengerjaan pemasangan rel.

"Lelang paling lama 1,5 bulan. Jadi kemungkinan September sudah bisa pasang relnya. Meski nggak seluruhnya, mungkin sekitar lima kilometer dulu,” jelas alumnus ITS ini.

Untuk pemasangan rel trem ini, Agus menyampaikan rencananya akan mengoptimalkan median jalan dari mulai titik 11.450 di Jalan Tunjungan sebagai titik awal pengerjaan trem.Dia optimistis, pemasangan rel nantinya tidak akan terlalu menganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Dishub nantinya juga akan melakukan pengaturan dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas. Intinya agar bagaimana lalu lintas tidak terganggu,” jelas Agus Sonhaji.

Selama menunggu progres lelang, Agus menegaskan bahwa Pemkot juga akan terus bergerak. Fokus Pemkot adalah menuntaskan pengerjaan fisik.

Semisal pelebaran jalan di Simpang Dukuh yang nantinya diplot untuk pengalihan arus lalu lintas dari arah Jalan Gemblongan-Jalan Genteng Kali menuju Jalan Gubernur Suryo.

"Fokus Pemkot menuntasan fisik jalannya. Nantinya lebar jalannya akan seperti Jalan Tunjungan,” sambung mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help