Surya/

Berita Surabaya

Pasar Eceran Maksa Jadi Grosir, Ini Resiko yang Harus Ditanggung Pasar Tanjungsari

Komisi B DPRD Surabaya mendesak pengelola Pasar Tanjungsari untuk bersikap kooperatif. Ini terkait operasional pasar yang tak kunjung diperbaiki.

Pasar Eceran Maksa Jadi Grosir, Ini Resiko yang Harus Ditanggung Pasar Tanjungsari
surya/fatimatuz zahroh
Pedagang Pasar Tanjung Sari masih beroperasi seperti biasa, Kamis (11/5/2017). Pedagang merasa terganggu dengan adanya kabar bahwa pasar mereka akan digusur karena tidak memiliki izin. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Komisi B DPRD Surabaya mendesak pengelola Pasar Tanjungsari untuk bersikap kooperatif. Ini terkait operasional pasar yang tak kunjung diperbaiki.

Pasar yang izinnya pasar eceran namun hingga kini memaksa berjualan grosir.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Edi Rachmat, Selasa (20/6/2017).

Ia mengatakan waktu untuk pasar Tanjungsari hanya tinggal satu kali kesempatan.

"Pemkot, melalui Dinas Perdagangan sudah mengeluarkan surat peringatan dua kali. Yang terbaru pada tanggal 16 Juni surat peringatan yang ketiga sudah diterbitkan," kata Edi.

Itu artinya, jika dalam waktu 14 hari dari penerbitan surat peringatan tersebut tidak ada perubahan dari Pasar Tanjungsari, maka pemkot berhak mengirimkan surat bantuan penertiban untuk pasar Tanjungsari.

"Sesuai ketentuan, maka harus dikeluarkan surat bantib ke Satpol PP. Dan Satpol PP akan melakukan penertiban dan penghentian usaha di pasar Tanjungsari," tegas politisi Partai Gerindra ini.

Menurutnya, pemkot harus menindak tegas. Sebab diketahui saat ini ada tiga pasar yang melanggar ketentuan ijin operasional pasar dan berjualan secara grosir. Yaitu pasar Tanjungsari Pasar Tanjung Sari No 36, Pasar Tanjung Sari No 76 dan Pasar Dupak Rukun No 3.

"Seharusnya kan ya tegas saja, karena pelanggarannya sudah jelas. Namun ternyata internal pemkot ada regulasi, maka harus diikuti setiap stepnya," ucap Edi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih membenarkan adanya penerbitan surat peringatan yang ketiga untuk pasar yang melanggar aturan operasional tersebut.

"Tinggal tunggu 14 hari setelah penerbitan surat peringatan yang ketiga. Kalau tidak ada perubahan maka bantib akan dikeluarkan," katanya.

Ia menjelaskan, untuk izin dari pasar tanjungsari memang bukan pasar grosir. Namun mereka diketahui melanggar dan menjual bukan secara eceran melainkan dalam partai besar.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help