Surya/

Sambang Kampung

Kampung Jambangan, Pemilahan Sampah di Rumah Tangga Belum Maksimal

Meski telah memiliki upaya untuk mengolah sampah, warga kelurahan Jambangan, Surabaya, masih terkendala oleh jenis sampah ini.

Kampung Jambangan, Pemilahan Sampah di Rumah Tangga Belum Maksimal
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Pekerja memilah sampah di pemilahan sampah plastik di Jambangan, Selasa (20/6). Di samping tempat komposting pupuk, ada tempat khusus pengolahan sampah anorganik. Sampah-sampah dari rumah penduduk itu dipilah menjadi beberapa kategori, dari sampah kemasan, plastik warna, plastik transparan, kertas, botol plastik, dan kaleng. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Kampung Kelurahan Jambangan memang terbiasa mengolah sampah melalui pembentukan bank sampah. Sampah kering didaur ulang agar bisa dijadikan barang yang memiliki daya guna. 

Namun, ada satu jenis sampah yang sampai saat ini belum didaur ulang secara maksimal. Yaitu, sampah kresek. Padahal, jenis sampah ini cukup berbahaya bagi lingkungan, lantaran baru bisa terurai setelah seratus tahun.

"Perhari kami menerima satu troli besar untuk sampah kresek. Masyarakat belum peduli lingkungan dan belum bergeser ke penggunaan kantong plastik reuse atau degradable," ucap Hadi Waskito, pengawas Pusat Daur Ulang Sampah Kelurahan Jambangan.

Baca: Daur Ulang Sampah Satu Kelurahan, Mampu Kurangi Setoran ke TPA Benowo

Sampah kedua yang paling banyak diterima, sampah botol plastik. Yang seharusnya sudah terpilah di rumah tangga, ternyata masih banyak yang sampai ke tempat ini. Bahkan, perhari terkumpul setengah troli.

Padahal, jika pengolahan dan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga sudah maksimal, maka jenis ini akan sudah tersortir di bank sampah dan dibawa ke pengepul, tidak melalui pusat daur ulang.

"Sering terjadi warga masih pilih-pilih dalam menilah sampah. Misalnya kalau botolnya kotor nggak mau milah, akhirnya dibuang saja," katanya.

Pihaknya berharap pengolahan sampah di Kelurahan Jambangan khususnya, bisa lebih baik. Utamanya dalam membentuk mindset warga untuk peduli lingkungan di tempat tinggal.

Lantaran menjadi percontohan se Surabaya, pusat daur ulang Kelurahan Jambangan yang ada di RW 6 ini banyak dikunjungi untuk studi banding.

"Kadang ada dari luar kota Surabaya. Bahkan beberapa kali juga dari luar negeri, termasuk Belanda," imbuh Hadi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help