Surya/

Suaminya Diduga Teroris, Alfiyah : Paspor Saja Tak Punya, Bagaimana Bisa ke Luar Negeri?

Alfiyah, perempuan yang suaminya diringkus Densus 88 karena diduga teroris, bercerita soal keseharian suaminya. Begini katanya...

Suaminya Diduga Teroris, Alfiyah : Paspor Saja Tak Punya, Bagaimana Bisa ke Luar Negeri?
surabaya.tribunnews.com/Fatkhul Alami
Ny Benti Alfiyah saat berada di rumah kontrakanya di Tanah Merah, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penangkapan Agus Tri Mulyono oleh Densus 88, membuat sang istri, Benti Alfiyah terkejut.

Wanita 37 tahun ini menuturkan, suaminya ditangkap Densus selepas menjalankan salat Dzuhur di Masjid Umar yang tidak jauh dari rumah kontraknanya di Tanah Merah II, Tanah Kalikedinding, Kenjeran, Surabaya, Selasa (19/6/2017).

"Suami saya ditangkap setelah salat Dzuhur oleh orang yang saya tidak kenal. Setelah itu dibawa entah kemana," kata Alfiyah yang ditemui di rumah kontrakanya di Tanah Merah II, Selasa (19/6/2017).

Saat ditanya soal keterlibatan suaminya terkait terorisme, Alfiyah menegaskan tidak percaya. Ia tahu persis aktivitas yang dilakukan suaminya yang sudah hidup berumah tangga selama 12 tahun ini.

"Suami saya bukan teroris, saya tidak percaya. Itu tuduhan mengada-ada," tutur Alfiyah.

Baca: VIDEO - Abu Jandal sudah Mati, Apa Hubungannya dengan Terduga Teroris di Surabaya dan Malang?

Menurut Alfiyah, suaminya seorang yang jujur dan tanggung jawab kepada keluarga. Setiap hari suaminya yang oleh tetanga-tetangganya dipangil Pak Gun ini merupakan penjual sayur keliling dengan mengendarai motor.

Pak Gun, berangkat pukul 06.00 pagi jual sayur. Selain berjualan sayur, Pak Gun juga nyambi bekerja sebagai kurir di salah satu kantor ekspedisi di Surabaya Utara.

"Saya dan suami sudah kontrak di sini (Tanah Merah II) selama tiga tahun," ucap Alfiah dengan wajah tegar.

Ibu empat enak asal Surabaya ini menuturkan, dirinya dan suami pernah tingal berpindah-pindah. Selain di Surabaya, dirinya dan keluarga pernah tinggal di Malang dan Nganjuk. Alfiah tidak bisa berbuat banyak saat petugas melakukan penggeledahan rumah kontrakannya.

"Kepada polisi, saya mempersialahkan menggeledah. Tadi polisi membawa HP, tapi itu HP sudah rusak," akunya.

Selain HP, Alfiyah mengakui, polisi juga mengamankan beberapa buku majalah Islam. Buku tersebut dibaca suaminya sebagai penambah wawasan Islam.

Saat ditanya suaminya pernah pergi ke Suriah atau luar negeri, Alfiah membantah keras. Pasalnya, sang suami sama sekali belum pernah ke luar negeri, apalai ke Suriah.

"Wong paspor saja tidak pernah punya, kok bisa ke luar negeri," jelas Alfiyah.

terkait langkah kedepan yang akan dilakukan, Alfiah mengaku belum tahu mau apa. Dirinya akan berkomunikasi dengan keluarga besarnya dulu pasca penangkapan suaminya oleh Densus 88.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help