Surya/

Penangkapan Terduga Teroris

Polisi Diminta Waspada Aksi Balas Dendam Teroris, ini Pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin

"Pascapenangkapan dua terduga teroris, kami langsung instruksikan kepada seluruh Polres jajaran agar lebih meningkatkan kewaspadaan."

Polisi Diminta Waspada Aksi Balas Dendam Teroris, ini Pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin
surya/ahmad amru muis
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin meminta kepada seluruh jajarannya agar waspada menyusul penangkapan dua terduga teroris di Malang dan Surabaya, Senin (19/6). Kewaspadaan ini dilakukan agar peristiwa serupa yang terjadi di Tuban tidak terulang lagi.

"Pascapenangkapan dua terduga teroris, kami langsung instruksikan kepada seluruh Polres jajaran agar lebih meningkatkan kewaspadaan baik bersifat perorangan maupun kesatuan," tandas Irjen Machfud usai memimpin gelar pasukan operasi Ramadniya Semeru 2017 di Polda Jatim.

Selama penangkapan dua terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri yang merupakan jaringan Abu Jandal di Malang dan Surabaya.

Mereka adalah Syahrul Munif dan Agus Tri Mulyono alias Pak Gun. Sahrul ditangkap di Malang pada Senin pagi dan Agus diamankan di Tanah Merah, Surabaya, Senin siang.

Syahrul ditengarai pernah berangkat ke Suriah bersama Abu Jandal dan bergabung dengan ISIS.

Agus juga diketahui ikut deklarasi ISIS bersama Zainal Anshori. Penangkapan keduanya berdasarkan rekaman komunikasi antara Febri Rahman, terpidana terorisme yang saat ini mendekam di Lapas Malang.

Baca: VIDEO - Abu Jandal sudah Mati, Apa Hubungannya dengan Terduga Teroris di Surabaya dan Malang?

"Dalam penangkapan terduga teroris, kami hanya memfasilitasi saja. Penanganannya dilakukan oleh Densus," paparnya.

Bagaimana dengan pengamanan selama Lebaran, menyusul ditangkapnya dua terduga teroris? "Tentunya pengamanan lebih ditingkatkan baik itu di masjid atau jalan," terangnya.

Kapolda tidak ingin peristiwa di Tuban pada 8 April lalu. Enam terduga teroris beraksi dan menembak dua polisi yang tengah jaga di Pos Lalu Lintas Resort Tuban, rest area hutan Jati Peteng, Jalan Raya Tuban-Semarang, Jatim.

Setelah baku tembak selama enam jam, polisi menembak mati keenamnya. Baku tembak itu mengakibatkan dua polisi terluka.

Aksi yang diduga dilakukan enam terduga teroris disinyalir aksi balas dendam karena pemimpin Jamaah Ansharut Daulah Indonesia, Zainal Anshori, ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror sehari sebelumnya di Lamongan.

Polisi menyebut Zainal didaulat sebagai pemimpin tertinggi JAD pada 2015 oleh pendiri organisasi —Aman Abdurrahman.

Aman kini mendekam di Lapas Nusakambangan karena pidana terorisme. Aman telah mendeklarasikan sumpah setia kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

"Dua terduga teroris yang ditangkap Densus di merupakan jaringan JAD," ungkap Kapolda Machfud.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help