Surya/

PPDB SMA dan SMK

Persaingan PPDB SMA/SMK Diprediksi Longgar karena sebagian Peserta Terserap di Jalur ini

Sedang jumlah pagu SMA/SMK 213.567 siswa baru. Dengan demikian prediksi tingkat keketatannya hanya mencapai 1 : 1,1.

Persaingan PPDB SMA/SMK Diprediksi Longgar karena sebagian Peserta Terserap di Jalur ini
surya/sulvi sofiana
Kadindik Jatim Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Prediksi keketatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK hingga saat ini bisa dilihat melalui jumlah pengambil PIN dan pagu sekolah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim jumlah pemegang PIN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK telah mencapai 245.739 siswa.

Sedang jumlah pagu SMA/SMK 213.567 siswa baru. Dengan demikian prediksi tingkat keketatannya hanya mencapai 1 : 1,1.

Persaingan semakin longgar lantaran sebagian pemegang PIN sudah diterima jalur offline (Mitrawarga, prestasi, bidikmisi dan inklusi).

"Tidak ada perpanjangan jadwal untuk pengambilan PIN. Akan kami tutup sesuai batas waktu yang ditentukan," Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman pada SURYA.co.id, Senin (19/6/2017).

Selain itu, untuk SMA akan diberikan tambahan nilai bagi siswa yang memilih SMA dalam satu zonasi. Tambahan poin tersebut sebesar 12,5 dalam nilai Ujian Nasional (UN)-nya. Tambahan ini dilakukan agar para siswa lebih memilih sekolah dalam satu zonasinya. Sehingga pagu di sekolah-sekolah dalam zona ini terpenuhi.

"Daftar luar zonasi boleh-boleh saja. Tapi peluangnya kecil karena tidak dapat tambahan nilai.Dengan adanya tambahan poin, siswa yang memiliki nilai rendah sekalipun tetap berpeluang masuk sekolah negeri,”paparnya.

Dengan catatan, lanjutnya, mereka mendaftar di satu lokasi. Sementara pendaftar dari luar provinsi, luar daerah, maupun luar zona tidak akan mendapat tambahan poin. Dengan begitu, peluangnya lebih kecil untuk diterima di SMA.

"Targetnya zona itu terpenuhi. Jadi tidak ada satu atau dua sekolah yang difavoritkan," ungkap mantan Kepala Badan Diklat Jatim tersebut.

Kepala UPT Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Ema Sumiarti mengimbau, dengan terbatasnya waktu pengambilan PIN hingga 22 Juni, pihaknya berharap calon pendaftar segera mengambil PIN karena merupakan syarat mutlak pendaftaran.

"Untuk masuk laman pendaftara yang dipakai adalah PIN. Nanti siswa langsung akan melihat sekolah mana yang masuk dalam zonasinya dan di luar zona," tambah Ema.

Ema mengatakan, pendaftar akan lebih aman memilih dalam zonanya sendiri. Kecuali bagi mereka yang memiliki nilai UN tertinggi.

"Kalau nilai UN sudah 387,5 itu mungkin bisa memilih sekolah mana saja. Tapi nilai setinggi itu hanya dimiliki oleh satu orang di jatim," ungkap Ema.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help