Surya/

Citizen Reporter Ramadan

Menyeruput Semangat Dakwah dan Motivasi ala Daksi Coffee

kafe yang satu ini bisa dibilang beda, bukan sekadar menyediakan pengisi perut dan literasi cerdas, tapi juga cangkrukan yang Islami .. buktikan saja

Menyeruput Semangat Dakwah dan Motivasi ala Daksi Coffee
m hasyim azhari/citizen reporter
Kemeriahan ala Daksi Coffee Pasirian 

Reportase M Hasyim Azhari
Santri PP Ulul Albab Candipuro Lumajang

DAKWAH dan motivasi atau daksi dicomot menjadi nama wahana cangkrukan baru di Lumajang. Daksi Coffee, cafe yang awalnya ada di depan UIN Maliki Malang ini akhirnya membuka cabang baru persis di sisi barat SMPN 1 Pasirian, Lumajang.Dan awal Juni 2017 lalu akhirnya saya mencicipi suasana cafe inspiratif ini,

“Saya dulu sempat kalut berat karena seorang wanita,” ujar Atho’illah, pendiri Daksi Coffee.

Masih kata penulis buku Selamat Tinggal Pacaran, Selamat Datang di Pelaminan itu, "saya ingin mengislamisasikan warung kopi."

Upaya yang cukup berhasil. Setidaknya bila dilihat dari tulisan, gambar-gambar motivasi dan buku-buku yang tertata rapi di dinding-dinding cafe. Tujuannya jelas, agar pengunjung dapat membaca buku sembari menyeruput kopi.

“Inilah bukti manisnya patah hati,” lanjut penulis lima buku itu.

Menu-menu di cafe Daksi juga unik, ada 99 jenis minuman salah satunya adalah kopi basmalah, kopi aswajah dan jenis minuman lainnya. Selain aneka makanan macam mi daksi subhanallah, roti bakar dan lain-lain, tentu dengan harga yang bersahabat pula.

Segelas cokelat avocado hot dan mi daksi masyaAllah menemani obrolan saya dengan Atho’illah tentang perjalanannya membesarkan cafe ini.

Selain menjadi tempat untuk mengisi perut, cafe ini juga menjadi sarana edukasi, salah satunya tempat diadakannya khataman Al Quran, bedah buku, diskusi, konseling, talkshow, dan lain-lain.

 “Di Daksi Coffee Malang tadi pas maghrib (buka puasa) juga bagi-bagi takjil gratis,” lanjutnya.

“Ayo semangat berkarya, jika bukunya terbit monggo dibedah di sini, saya fasilitasi,” tawarnya.

Saya rasa inilah satu-satunya cafe di Lumajang yang hadir sebagai warung kopi inspiratif dan motivatif, dengan menyerukan gerakan literasi dan ke-Islaman yang nyata.

Atho’illah menyadarkan saya akan pentingnya bersemangat mencapai cita-cita dan harapan yang tinggi, “Harapan saya besar, saya bertekat Daksi Coffee ini nantinya akan ada di seluruh Indonesia. Jika tidak kesampaian? Tak mengapa, intinya saya sudah punya harapan,” pungkasnya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help