Surya/

Kejahatan Modus Bius Ada Tiap Tahun, Begini Imbauan Kapolda Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengingatkan pemudik dengan transportasi umum mewaspadai kejahatan modus bius. Begini imbauannya...

Kejahatan Modus Bius Ada Tiap Tahun, Begini Imbauan Kapolda Jatim
surabaya.tribunnews.com/Anas Miftakhudin
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin saat memimpin gelar pasukan untuk persiapan mudik lebaran 2017. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengimbau kepada masyarakat yang mudik dengan menumpang bus, kereta api, ataupun moda transportasi umum lainnya, supaya lebih waspada dengan kejahatan modus bius. 

Imbauan ini disampaikannya karena modus kejahatan yang mencampurkan cairan tertentu dengan air minum tiap tahun selalu terjadi.

"Selama perjalanan naik angkutan, masyarakat agar tidak mau (menolak) jika diberi minum oleh orang yang tak dikenal," ujar Kapolda Machfud usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ramadniya di Polda Jatim, Senin (19/6/2017).

Untuk menghindari masyarakat dari incaran penjahat, agar saat mudik atau balik tidak mengenakan perhiasan berlebihan. Karena dengan banyaknya perhiasan yang dipakai akan memancing penjahat mendekat.

"Kalau ingin lebih aman lagi, agar masyarakat selalu dekat dengan polisi yang ada di terminal atau stasiun. Karena kami sudah menugaskan polisi di terminal dan stasiun," tegasnya.

Pengamanan di terminal dan stasiun, juga diterjunkan polisi berpakaian preman untuk memantau copet. Karena tidak menutup kemungkinan copet banyak berkeliaran menyaru dengan penumpang lain yang tengah berebut kendaraan.

"Silakan masyarakat menikmati lebaran, kami yang mengamankan," jelasnya.

Fokus pengamanan yang dilakukan adalah, tempat yang menjadi konsentrasi masyarakat dalam rangka merayakan Idul Fitri. Mulai pelabuhan, terminal lokasi wisata, masjid serta rumah yang ditinggalkan mudik oleh pemiliknya.

"Masyarakat yang meninggalkan rumah agar tidak lupa mematikan listrik agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Masyarakat juga menitipkan rumah pada satpam atau koordinator keamanan perumahan," imbaunya.

Dalam operasi Ramadniya Semeru 2017, jumlah anggota yang diterjunkan sebanyak 12.275 orang terdiri dari, Polda Jatim menerjunkan 985 personel dan satuan wilayah jajaran Polda Jatim sebanyak 11.290 personel. Sasaran operasi adalah potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata.

"Selain mengamankan jalan raya, anggota juga mobile untuk mendeteksi wilayah yang dianggap rawan. Tim juga menyelidiki potensi tertentu yang dapat membahayakan orang lain," tandasnya. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help